Beritabanten.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Nasir, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 tidak ada kasus rabies di daerah tersebut.  

Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Rabies Sedunia di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang.  

 “Kami bersyukur karena tidak ada kasus rabies di Kabupaten Pandeglang tahun ini,” ungkap Nasir.  

Ia menjelaskan bahwa kasus rabies terakhir terjadi pada tahun 2010, ketika seorang warga digigit hewan yang terinfeksi rabies.  

“Warga tersebut mendapatkan perawatan, dan sebagai langkah pencegahan, vaksinasi rabies dilakukan, dengan fokus saat ini pada anjing,” katanya.  

Nasir juga menekankan pentingnya masyarakat untuk waspada terhadap rabies dan melakukan vaksinasi setidaknya setahun sekali.  

“Dengan melakukan vaksinasi secara rutin, kami berharap tidak akan ada kejadian seperti pada tahun 2010 lagi,” imbuhnya.  

Dokter Hewan dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, Rina, menambahkan bahwa tidak ada kasus rabies pada hewan di Kabupaten Pandeglang sejak tahun 2010, yang berarti sudah 14 tahun.  

“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Sukabumi, atas keberhasilan pengendalian rabies,” ujarnya.  

Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Banten telah melaksanakan program pembebasan rabies. Sejak 2021, surveilans dan monitoring dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus rabies di wilayah Serang Raya, Kota Cilegon, dan Tangerang Raya.  

“Tahun depan, surveilans akan diperluas ke delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” tambah Rina.  

Kementerian Pertanian menargetkan Pulau Jawa bebas rabies pada tahun 2029, dan diharapkan Provinsi Banten dapat mencapai status bebas rabies sebelum tenggat waktu tersebut.   

“Kami berharap Provinsi Banten sudah bebas rabies sebelum tahun 2029,” tutup Nasir. (Hny) 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com