Beritabanten.com – Warga Cipeucang kembali dihantui kekhawatiran setelah banjir menerjang permukiman akibat tumpukan sampah di TPA Cipeucang di Kecamatan Serpong yang longsor dan menutup aliran sungai.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) didorong untuk mempercepat proses pembebasan lahan di sekitar TPA guna memperluas area pengelolaan sampah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Syamsul Haryanto, meminta agar pembebasan lahan untuk pembangunan landfill 4 segera diprioritaskan. “Saya minta pembebasan lahan untuk landfill 4 dipercepat,” ujarnya, Minggu (7/12).

Syamsul menjelaskan bahwa sejumlah tahap persiapan, termasuk proses lelang, telah berjalan agar proyek dapat dimulai pada Januari 2026.

Ia meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Bani Khosiyatullah, benar-benar fokus menangani persoalan sampah di TPA Cipeucang. Dalam rapat koordinasi, Bani menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu selesainya appraisal lahan, namun Syamsul menegaskan tidak ingin lagi mendengar alasan serupa.

“Pengelolaan sampah adalah salah satu program prioritas pemerintah kota. Ini saatnya pemkot membuktikan komitmennya kepada masyarakat,” tegasnya.

Banjir yang kembali melanda pada Jumat (5/12/2025) semakin membuat warga kecewa karena hingga kini belum ada solusi nyata. Agus, salah satu warga terdampak, mengatakan banjir setinggi lutut terjadi karena aliran kali tersumbat sampah. Ia mengaku telah sering melapor, namun kondisi tak kunjung berubah.

“Kemarin air cepat naik karena kali tertutup sampah. Kami sudah evakuasi barang-barang kalau banjir terulang lagi. Sudah sering lapor, tapi tidak ada penyelesaian,” katanya.

Agus juga menyampaikan ancamannya, apabila hingga Senin mendatang tak ada tindakan tegas dari pemkot, ia akan memasang tenda di depan kantor pemerintah kota sebagai bentuk protes.

“Banjir dan sampah sudah merusak rumah kami. Kalau Senin tidak ada langkah konkret atau perhatian, saya akan dirikan tenda di depan pemkot,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang terus memicu banjir di wilayah mereka. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com