Beritabanten.com – Jalan penghubung antara Jalan Raya Mekar Sari dan Jalan Raya Rajeg Mulya di Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten dalam kondisi rusak parah.

Jalan yang berada di samping irigasi milik Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) ini bahkan disebut-sebut seperti “kolam bebek” karena kerusakannya yang cukup parah.

Menyadari pentingnya jalan ini sebagai akses vital bagi warga setempat, Pemerintah Desa Rajeg Mulya terus berupaya mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya.

Kepala Desa Rajeg Mulya, Sobri Baehaki, melalui Sekretaris Desa, Rifaldi Fauzi Kurniawan, menjelaskan bahwa pengajuan perbaikan jalan tersebut sudah dilakukan secara rutin setiap tahun.

“Alhamdulillah, tahun ini sebagian besar jalan ini sudah dibetonisasi. Namun, masih ada sekitar 300 meter yang kondisinya sangat rusak dan sering disebut seperti bak kolam bebek,” ujar Rifaldi, Rabu (4/12/24).

Meskipun masih ada bagian jalan yang belum diperbaiki, Rifaldi mengungkapkan rasa syukur karena lebih dari separuh jalan tersebut sudah berhasil dibetonisasi melalui Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Kabupaten Tangerang.

Jalan yang rusak ini merupakan akses penting bagi masyarakat setempat, yang menghubungkan dua jalan raya utama, yakni Jalan Raya Mekar Sari dan Jalan Raya Rajeg Mulya. Selain dapat dilalui oleh sepeda motor, jalan ini juga masih bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, meskipun dengan hati-hati karena kerusakan yang terjadi.

“Ini jalan yang sangat vital bagi warga. Selain untuk kendaraan roda dua, jalan ini juga masih bisa dilalui mobil, meski harus hati-hati. Kami berharap sekitar 300 meter jalan yang rusak ini bisa segera diperbaiki pada tahun 2025 mendatang,” tambah Rifaldi.

Pemerintah Desa Rajeg Mulya berkomitmen untuk terus mengusulkan perbaikan jalan tersebut dan berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan penuh pada tahun mendatang. Diharapkan, dengan perbaikan jalan yang lebih menyeluruh, aksesibilitas dan kenyamanan warga dalam beraktivitas dapat meningkat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com