Beritabanten.com – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang menyatakan turbulensi ekonomi global berefek pada sejumlah industri padat karaya.
Terhitung di triwulan pertama pada tahun 2025 terdapat tiga ribu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kabupaten Tangerang.
“Tahun 2025 ada kurang lebih 3.000 an, paling banyak dari PT Victory Cingluh Indonesia. Gelombang PHK besar-besaran masih terus menghantam industri padat karya di Kabupaten Tangerang, pascaPandemi Covid-19,” ujarnya, kemarin.
Menurut dia, industri di wilayahnya yang berorientasi terhadap ekspor menjadi foktor dominan dalam PHK massal yang menimpa ribuan karyawan.
“Itu sebagai dampak global karena tidak seimbang antara produksi dan permintaan,” ucapnya.
“Kalau tidak seimbang mau engga mau perusahaan akan melakukan efisiensi. Itu yang dilakukan pasti akan terjadi,” dia tambahkan.
Dia juga menerangkan terkait PT Mayora Indah Tbk yang melakukan PHK para ratusan karyawannya dan sempat viral.
Menurut dia, Mayora berbeda dengan fenomena ekonomi global yang disebabkan oleh sistem kerja kontrak sehingga lahir PHK 200 karyawannya.
“PT Victroy Cingluh karena order dari luar negeri turun drastis,” imbuh dia.
Pihaknya menyikapi dampak eknomi global tersebut dengan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor UMKM dengan memanfaatkan konsumsi dalam negeri.
“Posisinya sekarang karena ekonomi di luar negeri juga kurang baik, kita dorong perkuat UMKM karena penduduk kita besar,” kata Rudi.
Hitungan pihak Disanaker terdapat hampir hampir empat juta penduduk Kabupaten Tangerang, saat ini terdapat 2,5 juta angkatan kerja dengan jumlah pengangguran 0,06 persen.
“Kita akan terus berupaya, bulan ini kita buka BLK (balai latihan kerja, Red) Kosambi,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan