Beritabanten.com — Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota modern, kehadiran Masjid Al-I’tishom menjadi oase spiritual yang tak hanya menenangkan, tetapi juga memikat secara visual.

Berdiri megah di kawasan pusat pemerintahan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Maruga Raya No.1, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, masjid ini seakan menjadi penanda kuat identitas religius di tengah lanskap urban yang terus berkembang.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di pelatarannya, kesan luas dan tertata langsung terasa. Bangunan masjid tampil kokoh dengan dominasi bentuk segi empat yang menjadi ciri khas arsitektur Timur Tengah.

Garis-garis tegas dan simetris membentuk struktur yang tidak hanya estetis, tetapi juga menghadirkan kesan stabil dan berwibawa.

Pada bagian utama mimbar, perpaduan warna biru dan kuning dengan ornamen kaligrafi Islam rik’ah memperkuat nuansa sakral. Tidak berlebihan, namun tetap menghadirkan keindahan yang memikat mata.

Kubah utama yang menjulang tinggi menjadi pusat perhatian, sementara menara yang berdiri di sisi bangunan menambah kesan megah sekaligus fungsional sebagai penanda ruang ibadah.

Memasuki bagian dalam, suasana berubah menjadi lebih hening dan menenangkan. Ruang utama masjid dirancang luas tanpa banyak sekat, memungkinkan jamaah merasakan kebersamaan dalam beribadah.

Cahaya alami yang masuk melalui jendela-jendela besar memberikan sentuhan hangat, menciptakan atmosfer yang mendukung kekhusyukan.

Karpet hijau yang terhampar rapi, langit-langit tinggi, serta detail ornamen yang halus semakin memperkuat pengalaman spiritual para pengunjung. Tidak sedikit yang mengaku merasakan ketenangan begitu berada di dalamnya.

Rizky (32), salah satu pengunjung asal Jakarta, mengaku terkesan dengan konsep arsitektur masjid ini.

“Begitu masuk, rasanya adem dan tenang. Desainnya beda, ada nuansa Timur Tengah tapi tetap modern. Ini bukan cuma tempat ibadah, tapi juga tempat untuk menenangkan diri,” ujarnya, ketika ditemui redaksi, Rabu 7 April 2026.

Hal senada disampaikan Siti (45), warga sekitar yang rutin melaksanakan salat di masjid tersebut. Menurutnya, Masjid Al-I’tishom bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

“Di sini sering ada pengajian, kajian rutin, sampai kegiatan sosial. Jadi benar-benar hidup, bukan hanya ramai saat waktu salat saja,” katanya.

Bagi para pegawai di lingkungan Pemkot Tangerang Selatan, masjid ini menjadi ruang penting dalam keseharian mereka. Di sela aktivitas pekerjaan, masjid menjadi tempat beristirahat sejenak sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menariknya, tidak sedikit pula pengunjung dari luar daerah yang datang khusus untuk melihat arsitektur masjid ini. Beberapa di antaranya bahkan menjadikan Masjid Al-I’tishom sebagai latar foto karena keindahan desainnya yang unik.

Dari sudut pandang arsitektur, penggunaan unsur segi empat yang dominan menjadi identitas kuat bangunan ini. Gaya tersebut banyak ditemukan pada bangunan-bangunan klasik di kawasan Timur Tengah, yang kemudian diadaptasi dengan pendekatan modern agar sesuai dengan iklim dan kebutuhan lokal.

Perpaduan ini menjadikan Masjid Al-I’tishom tidak hanya relevan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai karya arsitektur yang mencerminkan dialog antara tradisi dan modernitas.

Di tengah perkembangan kota yang semakin pesat, keberadaan masjid ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan kebutuhan spiritual.

Ia hadir bukan hanya sebagai bangunan megah, tetapi juga sebagai ruang yang menyatukan masyarakat dalam nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

Kemegahan Masjid Al-I’tishom tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya, melainkan juga pada makna yang dihadirkannya.

Unsur segi empat yang kokoh hingga ruang-ruang yang menenangkan, semuanya berpadu menjadi simbol keindahan yang menginspirasi sekaligus menghadirkan keteduhan bagi siapa pun yang datang. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com