Beritabanten.com – Kecamatan Sepatan Timur meluncurkan inovasi unggulan bertajuk DISKO VOP (Dukungan Kolaborasi dan Integrasi One Village One Product) sebagai upaya memperkuat potensi ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat desa.
Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat identitas produk unggulan dari setiap desa melalui pendekatan kolaboratif dan sistem integratif yang berkelanjutan.
DISKO VOP hadir sebagai solusi atas tantangan UMKM desa yang selama ini mengalami kendala dalam hal produksi massal, pemasaran, akses permodalan, hingga branding produk.
Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, pelaku UMKM, perguruan tinggi, hingga mitra swasta dan pemerintah daerah, DISKO VOP menjadi jembatan sinergi antar stakeholder untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
Camat Sepatan Timur, Miftah Shuritho, dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi DISKO VOP, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk nyata dari transformasi pembangunan berbasis potensi lokal.
“Melalui DISKO VOP, kami ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki produk unggulan yang tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga mampu menjadi ikon desa tersebut. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang identitas dan keberlanjutan,” ujarnya.
Tiga Pilar Utama DISKO VOP
Program ini dibangun di atas tiga pilar utama:
Kolaborasi: Membuka ruang kerja sama antara desa, kecamatan, lembaga pelatihan, dan pasar.
Inovasi Produk: Mengembangkan produk melalui pelatihan, inovasi kemasan, dan peningkatan kualitas.
Digitalisasi Pemasaran: Menyediakan platform digital dan pelatihan e-commerce agar produk desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu produk yang mulai dikenal luas berkat DISKO VOP adalah “Otak-Otak” dari Desa Sangiang, yang kini telah memiliki kemasan berstandar dan mulai dijual melalui marketplace nasional.
Dukungan Berkelanjutan dan Rencana ke Depan
DISKO VOP juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program pembinaan UMKM dan fasilitasi legalitas usaha.
Kegiatan inovatif ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga membangkitkan rasa bangga masyarakat terhadap hasil karya desanya sendiri.
Kecamatan Sepatan Timur berharap inovasi ini dapat menjadi model replikasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Tangerang dan bahkan secara nasional sebagai strategi pembangunan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan terintegrasi. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan