Beritabanten.com – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, kembali ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum Ikatan Alumni PTIQ (IKAPTIQ) hingga 2027.

Hal tersebut terungkap dalam gelaran Silaturahim Nasional (SILATNAS) IKAPTIQ di Wisma Syahida Inn Ciputat beberapa waktu lalu.

Gus Jazil, biasa disapa, menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan para alumni PTIQ yang kembali mempercayakan jabatan ketua umum IKAPTIQ kepada dirinya.

“Semoga amanah ini menjadi manfaat untuk kita semua dan PTIQ kedepan semakin maju. Apalagi sekarang statusnya sudah menjadi universitas,” tutur Gus Jazil.

Silatnas kali ini mengambil tema “Mengawal Arah Baru Universitas PTIQ Jakarta Menyambut Indonesia Emas 2045” yang mengundang para alumni dari angkatan 1971 hingga angkatan 2020.

Selain para alumni juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Zakcky Siradj dan Wakil Rektor I Universitas PTIQ Jakarta Imam Addaruqutni.

Acara tersebut berhasil menyampaikan agenda strategis untuk kemajuan PTIQ setelah menjadi universitas. Para nara sumber dari alumni PTIQ tersebut menyampaikannya dalam beberapa sesi acara.

Dede Rosyada, alumni PTIQ angkatan 1977, menyarankan untuk menjadikan PTIQ sebagai universtas unggul bisa mengundang para dosen dari sejumlah alumni perguruan tinggi terkemuka di luar negeri unutk mengajar di PTIQ.

“Juga berapa mahasiswa PTIQ yang mengikuti sandwich di universitas asing? Berapa publikasi di jurnal bereputasi yang terindeks dunia seperti scopus? dan masih banyak hal lagi,” ungkap Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015-2019 ini.

Hal senada juga diungkapkan Masykuri Abdillah. Menurutnya, PTIQ harus bisa melengkapi 8 (delapan) standar universitas untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Menurutnya, alumnus PTIQ yang bagus karena dosennya memang berkualitas, serta fasilitas yang memadai. Selain itu, pengelolaan kampus dan keuangan juga harus baik.

“Salah satu hal yang bisa mengurangi nilai PTIQ adalah rektornya tidak boleh lebih dari dua periode,” tegas alumni angkatan 1977 yang saat ini menjadi Staf Khusus Wakil Presiden RI 2019-2024 ini.

Sementara, Musni Umar menyatakan bahwa PTIQ harus mengembalikan program mahasiswa utusan daerah sebagaimana awal-awal PTIQ didirikan.

Namun demikian, ungkap Rektor Ibnu Chaldun, alumni PTIQ tidak boleh hanya berorientasi pada agama dan ubudiyah.

“PTIQ harus melahirkan khalifah, sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an, bukan sekadar bidang agama, tetapi khalifah-khalifah di berbagai bidang kehidupan, baik ekonomi, politik, maupun sosial,” tegas alumnus angkatan 1972 asal Sulawesi Tenggara ini. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com