Beritabanten.com – Sebentar lagi Ramadhan meninggalkan kita dengan segala pesona. Profile muslim menjadi bidikan ramadhan adalah yang sedapat mungkin mengemban tugas kemanusiaan. Bermanfaat bagi alam raya dan semesta langit, dengan keberlanjutan sampai nanti kiamat tiba.

Harapan paska ibadah Ramadhan menjadikan manusia tidak hanya berprilaku soleh kepada Tuhannya, melainkan juga berperilaku soleh terhadap sesama dan alam sekitarnya.

Harapan paska Ramadhan tidak hanya sebatas mempercantik casing namun juga mempercantik seluruh amaliah. Dan mempertajam kesalehan sosial untuk kesejahteraan sesama.

Karena kemenangan akan diberikan kepada mereka yang telah menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh karena Allah dan bukan karena ikut-ikutan terlebih manakala puasanya hanya untuk dilihat oleh orang lain.

Puasa adalah ibadah paling personal hanya diri dan Tuhan yang tahu. Yang lain cuman penonton yang  bisa tertipu mudah dengan atribut kesalehan pada ritual puasa.

Pascaramadhan menjadikan hatinya senantiasa condong pada kebaikan, apabila ia memiliki pengaruh atas suatu kebijakan maka keputusannya memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Berat dan takut rasanya untuk memutuskan suatu perkara manakala hanya memberikan keuntungan bagi kelompoknya atau satu kelompok saja. Ego personal kerap mendorong pada kepentingan diri dan golongannya dengan meniadakan keberkahan bagi semuanya.

Perilaku pascaramadhan menjunjung tinggi norma dan etika, menghindari rekayasa pembenaran hukum atas perilaku pelanggaran etika terlebih norma agama.

Sehingga fenomena menjelang berakhirnya Ramadhan jangan sampai terjadi banyak orang mendadak lebaran. Mengadakan open house dengan menggunakan pakaian serba baru, mobil baru (hedonisme gaya baru).

Harapan sesungguhnya  dari menjalankan ibadah puasa Ramadhan yakni mempercantik diri untuk senantiasa beribadah tidak terwujud dan seiring waktu akan pudar serta kembali menjadi manusia yang senantiasa jauh dari perintah Allah.

Muncul kembali sifat serakah, tidak peduli dan tidak empati serta tidak mempunyai rasa welas asih, arogan, enggan berperilaku kasih sayang kepada sesama dan alam sekitarnya. Naudzubillah min dzalik!

Selepas ibadah Ramadhan kali ini semoga kita terhindar dari segala keburukan dan kesesatan, diberikan kekuatan serta dimudahkan untuk senantiasa menjalankan perintah Allah.

Sebuah harapan yang tiap tahun kita panjatkan yang tidak bosan untuk merengkuhnya. Dengan usaha gigih mengamalkan keutamaan puasa meski Ramadhan telah reda. (***)

Amiiin ya mujibassailin.

Penulis: Deni Nuryadin, Pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com