Menurutnya, dengan angka tersebut menandakan bahwa nilai investasi di Kabupaten Tangerang semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun 2020 jumlah realisasi investasi kita periode Januari-September berada diangka Rp 16 triliun, lalu merangkak naik di tahun 2021 ke Rp 18 triliun, lalu ke Rp 20 triliun ditahun 2022. Ini menunjukan tren yang sangat positif untuk Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan realisasi investasi tahun 2022 ke 2023 sebesar 56,7% lebih disebabkan oleh tersedianya Mal Pelayanan Publik (MPP) di Mal Ciputra, Penyuluhan Perizinan Berusaha di kecamatan, pendampingan, konsultasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha.
“Selain itu, untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat DPMPTSP Kabupaten Tangerang juga membuat sistem pendukung OSS untuk perizinan yang belum ada pada sistem OSS dengan membuat Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPINTER),” tandasnya.
Pada tahun 2024, tambanya, meski baru mencapai triwulan dua terdapat trend investasi yang terus meningkat yang kemungkinan akan melebihi target seperti tahun 2023.
“Untuk target di tahun 2024, investasi ditargetkan sebesar Rp 23,7 triliun. Namun, untuk rincian sedang dalam proses penghitungan triwulan 1 dan 2, ” katanya.
Peningkatan invesatasi tersebut, dijelaskan, akan meningkatkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tangerang. Dia akan menyikapinya dengan terus menggali potensi yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Semoga ini dapat meningkatkan perekonomian daerah sekaligus membangkitkan sektor ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan