Beritabanten.com – Perjalanan menata Kota Tangerang Selatan sejak tahun 2008 menyisakan banyak persoalan. Dengan mayoritas muslim, berharap pada khazanah klasik intelektual muslim nampak jadi pilihan.

Dalam pantauan media Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel berandil besar dalam mengenalkan sekaligus membumikan khazanah klasik tersebut dalam menata Tangsel.

MUI Kota Tangsel yang menempatkan diri sebagai pelayan umat menjadi mitra strategis yang mengiringi drap pembangunan kota yang berada di pinggiran DKI Jakarta itu.

Adalah Kajian Kitab Kuning MUI Kota Tangsel sebagai cara membumikan khazanah klasik intelektual muslim. Kitab kuning diketahui sebagai genre buku klasik sekaligus terkenal yang berisi nilai keagamaan Islam.

Kali ini menelaah kitab kuning dikhususkan bagi aparatur pemerintahan Kecamatan Ciputat di Aula Kecamatan Ciputat, Senin pagi (29/9/2025).

Asisten Daerah I (Asda l) Chaerudin menyebutnya sebagai cara memperdalam pemahaman agama di tengah masyarakat modern.

Pemateri Dr. Ahmadi Akbar Lc MA, Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH Saidih dan Sekum MUI Kota Tangsel KH Abdul Rojak – MUI Kota Tangsel/Zaenal Muttaqin.

Bekerja adalah Ibadah

Dia katakan itu di depan Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH. Saidih, Pemateri kajian DR. KH. Muhammad Sobron Zayyan dan Dr Ahmadi Akbar Lc MH, Sekretaris Umum MUI DR Abdul Rojak, Camat Ciputat H. Mamat beserta jajaran, para lurah, para kasi se Kecamatan Ciputat.

Menurutnya, kajian kitab kuning bukan sekadar tradisi, melainkan upaya membangun kesadaran beribadah sesuai tuntunan syariat. Bekerja menjadi aparatur, dikatakan, merupakan bagian dari ibadah yang benilai duniawi dan ukhrowi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat,bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga untuk masyarakat, khususnya para ASNdi Kecamatan Ciputat. Kajian ini menjadi sarana memperkuat pemahaman agamasekaligus mempererat silaturahmi. Saya yakin, banyak ASN Pemkot Tangsel yangakan berminat mengikuti kegiatan seperti ini,” tutur dia, kemarin.

Ini senada dengan Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH. Saidih yang menekankan bahwa program kajian kitab kuning adalah ikhtiar untuk meneguhkan kembali pondasi keilmuan Islam di kalangan ASN maupun masyarakat luas.

“Alhamdulillah, kajian ini adalah wasilah (cara, red) yang baik. Apa yang diprogramkan MUI Kota Tangsel Insya Allah akan membantu memperkuat pemahaman keagamaan ASN. Kami pun berterima kasih atas dukungan Pemkot Tangsel yang terus membersamai langkah dakwah ini,” ungkap dia.

Pimpinan Yayasan Daarul Hikman itu, menegaskan misi utama MUI Kota Tangsel adalah menjadi pelayan terbaik bagi umat.

Baginya, kajian kitab kuning adalah sarana efektif untuk menghubungkan hati, menjalin ukhuwah, sekaligus memperdalam khazanah keilmuan Islam.

“Melalui kajian ini, kita berharap dapat menghidupkan tradisi keilmuan ulama salafus shalih, yang menjadi pijakan umat dalam menapaki kehidupan. Inilah cara terbaik menjaga agama sekaligus membangun persatuan,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com