Beritabanten.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan merilis data dalam kurun waktu 1 Januari-27 Oktober 2024, sebanyak 703 kasus demam berdarah dengue (DBD) menyerang warga Tangsel.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan di periode yang sama pada 2023, sebanyak 400 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Handalin Mahdaniar meminta masyarakat untuk mewaspadai peningkatan angka penderita DBD tersebut.

Allin, tambahkan, meski penderita DBD di Kota Tangsel terbilang banyak, namun angka itu tidak dibarengi dengan kasus kematian akibat penyakit tesebut.

“Tidak ada (kasus kematian akibat penyakit DBD),” kata Alin.

Allin mengingatkan potensi DBD yang parah bisa menyebabkan manifestasi klinis, seperti kerusakan pembuluh darah, kerusakan pada sistem limfatik, pendarahan dari hidung atau dari gusi, kegagalan sistem sirkulasi, hingga pembesaran hati.

Allin pun mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada tempat bersarangnya jentik nyamuk.

“Jentik nyamuk sendiri banyak ditemukan di genangan-genangan air bersih di luar rumah salah satu contohnya yaitu, tatakan pot bunga, barang-barang bekas, daun pohon yang bisa menampung air dan tempat yang lainnya yang bisa menampung air hujan,” beber dia.

“Oleh karena itu diperlukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M plus diantaranya menguras, menutup dan mendaur ulang, serta menghindari gigitan nyamuk dan partisipasi masyarakat dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di rumahnya masing-masing minimal satu minggu sekali,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com