Beritabanten.com – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Serang periode Januari-November 2024 berjumlah 538 dengan enam orang meninggal dunia.
Demikian mengemuka dalam laporan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti.
Dari jumlah tersebut, dijelaskan, naik jika dibandingkan dengan tahun 2023 sejumlah 237 orang dengan satu orang meninggal dunia.
Sementara yang terbanyak tahun ini adalah pada bulan April, yakni mencapai 93 kasus, lalu bulan Maret 88 kasus.
“Lonjakan kasus DBD pada tahun 2024 diakibatkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata dia, Jumat (13/12/2024)
“Faktor cuaca, jadi terjadi hujan dan panas sehingga memicu kelembaban dan menyebabkan perkembangbiakan nyamuk,” dia tambahkan.
Untuk menahan laju penularan nyamuk, pihaknya telah melakukan berbagai upaya di antaranya membentuk kader Jumantik di setiap kecamatan.
Mereka bertugas memberantas jentik nyamuk sekaligus sosialisasi pencegahan kepada keluarga, bahwa nyamuk tersebut nyaman di tempat lembap.
Masyarakat diminta membersihkan bak mandi, dengan 3M yaitu, menguras, mengubur, dan menutup.
“Kita manfaatkan kader Posyandu sebagai kader Jumantik, mereka bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah dan lingkungannya, dengan mencari sarang jentik nyamuk untuk dibersihkan serta memberikan sosialisasi,” tuturnya.
Istianah mengaku, selama ini, peran dari kader Jumantik ini sudah cukup baik, karena mereka rutin melakukan penyuluhan dan pemantauan jentik nyamuk Aedes Aegypti.
“Alhamdulillah, perannya cukup baik, tapi masalah kita di kecamatan itu ada kader Jumantik yang aktif dan tidak, saat ini kita terus keliling supaya kader Jumantik tidak aktif itu menjadi aktif lagi,” pungkasnya. (Red).
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan