Beritabanten.com – Pemkot Cilegon berusaha mengembalikan anak yang putus sekolah bisa mengenyam pendidikan agar mata rantai generasi tidak terputus. Ini dibuktikan dengan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menggulirkan program untuk mencegah anak-anak putus sekolah di Kota Cilegon. Program itu bernama ‘Sekole Maning Lur’
“Ini satu gerakan yang mendata anak yang putus sekolah ini dikembalikan ke sekolah lagi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengutip tribunbanten, Selasa (2/7/1024)
Heni menyebut saat ini ada sekitar 305 orang di Kota Cilegon yang putus sekolah akan dikembalikan ke sekolah.
“Seperti putus sekolahnya kelas 2 SMP, ternyata sekarang ini udah usia di luar SMP seperti umur 17 tahun, nah ini jangan sampai ini putus sekolah,” katanya.
Heni mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak usia sekolah supaya menyekolahkan anaknya sesuai jenjang pendidikannya.
Apabila anak-anaknya tidak lolos di sekolah negeri, Heni berharap agar orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.
“Biasanya yang tidak mampu ekonomi ada banyak program lainnya. Kita ada hibah bansos bagi anak-anak yang tidak mampu di sekolah swasta, perbulannya ada yang Rp 300 untuk SPP-nya,” ungkapnya.
Sehingga Heni menyampaikan kepada masyarakat Kota Cilegon agar tidak khawatir apabila anaknya gagal masuk negeri.
Pemerintah Kota Cilegon akan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu agar bisa tetap menyekolahkan anaknya walaupun sekolah di swasta.
“Ini bentuk perhatian pemerintah peduli anak-anak yang di swasta juga bantuan sosial,” katanya.
“Kalau negeri memang ada boss udah enak fasilitasnya, swasta juga ada boss tetapi muridnya sedikit jadi kita berikan bantuan langsung ke muridnya,” sambungnya.
Melalui program tersebut, Heni berharap para orang tua mau menyekolahkan anaknya dan jangan sampai membiarkan anak-anaknya putus sekolah.
“Jangan sampai anak-anak terlantar di jalanan, kami ada pendidikan non formal, ada dana juga dari pusat ada BOP itu biaya operasional pendidikan untuk non formal,” katanya.
Apabila anak tidak mau melanjutkan pendidikan di sekolah formal. Pemerintah Kota Cilegon telah membuka pendaftaran bagi anak-anak putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan di sekolah non formal.
“Ada sekolah non formal seperti SD kesetaraan paket a, paket b kesetaraan smp, paket c kesetaraan sma,” katanya.
Untuk sekolah non formal disiapkan bagi seluruh masyarakat Kota Cilegon yang putus sekolah namun masih ingin melanjutkan pendidikan baik ditingkat setara SD, SMP ataupun SMA melalui paket A, B dan C.
“Ini kita ada di semua kecamatan ada di bawah naungan PKBM, pusat kegiatan belajar masyarakat, baik program paud atau kesetaraan pake a, b, c, insyallah non formal tidak akan memberatkan masalah biaya,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan