Beritabanten.com – Desakan memundurkan Menkes Budi Gunadi Sadikin menguat karena sejumlah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Mereka meminta pihak Istana melakukan evaluasi untuk pencopotan Menkes Budi dari jajaran kabinet.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap setiap bentuk aspirasi publik, terutama yang datang dari kalangan profesional medis.
“Dokter kan adalah individu-individu atau insan-insan pilihan. Pasti memberikan masukan itu berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang,” kata Prasetyo, dikutip dari beritasatu, Selasa (27/5/2025)
Sebagai Juru Bicara Presiden, Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerima aspirasi tersebut, baik melalui saluran resmi maupun dari pemberitaan media.
Saat ini, masukan tersebut tengah dianalisis secara menyeluruh untuk mengetahui akar persoalannya dan menentukan langkah penyelesaian yang tepat.
“Karena semua pihak pasti punya niat yang baik. Forum-forum asosiasi profesi dokter tentu menginginkan kebaikan untuk sistem kesehatan kita,” tambahnya.
Mengenai adanya anggapan bahwa kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak selaras dengan Asta Cita sebagai visi pembangunan nasional,
Prasetyo menekankan pentingnya dialog serta evaluasi menyeluruh secara bersama-sama.
Ia juga menegaskan bahwa jika terdapat kekurangan dalam perumusan kebijakan, hal itu harus dibenahi tanpa mengorbankan layanan kesehatan yang diterima masyarakat.
Desakan terhadap Menkes Budi Gunadi Sadikin muncul setelah sebanyak 121 guru besar FKUI mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam surat tersebut mereka menyoroti kondisi pendidikan kedokteran dan sistem kesehatan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Kritik mereka tertuju pada narasi negatif terhadap profesi kedokteran serta perubahan dalam struktur kelembagaan kolegium kedokteran yang kini berada di bawah kendali Kemenkes.
Perubahan itu dipandang dapat mengganggu independensi serta objektivitas lembaga profesi. Para guru besar juga menekankan pentingnya dialog dan sinergi antara lembaga-lembaga terkait. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan