Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan pelatihan keterampilan vokasi terapis spa dan pijat syariah bagi 40 mustahik perempuan, sebagai upaya strategis menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pelatihan berlangsung di Kota Tangerang, Banten, Rabu (6/5/2026). Hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan,  Idy Muzayyad, ; Ketua BAZNAS Kota Tangerang, M. Aslie Elhusyairy, ; Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo; Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik, Deden Kuswanda; serta Founder Latifa Spa Academy, Verawati.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy, yang memiliki jaringan lebih dari 30 perusahaan di bidang Spa dan Wellness.

Idy Muzayyad menjelaskan, program ini bagian dari pemanfaatan dana zakat untuk kegiatan produktif yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi mustahik.

“Ini pelatihan vokasi untuk terapis spa, bekam, dan pijat syariah. Kami bekerja sama dengan Latifa Spa Academy yang berpengalaman di bidang ini. Harapannya, setelah pelatihan selesai, peserta dapat langsung bekerja dan meningkatkan kondisi ekonominya,” ujar Idy.

Idy menambahkan, program ini sejalan dengan tujuan pengelolaan zakat, yakni mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. Peserta diharapkan bisa menjadi munfiq yang turut berkontribusi melalui zakat, infak, dan sedekah.

Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga menekankan aspek syariah sebagai nilai utama. “Kami ingin membangun bukan sekadar keterampilan, tetapi ekosistem usaha yang sesuai syariah dan membawa keberkahan,” tambahnya. Idy pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama BAZNAS Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy.

Ketua BAZNAS Kota Tangerang, M. Aslie Elhusyairy, , menyambut positif program ini. “Program ini sejalan dengan dua tugas utama kami, yaitu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata, khususnya bagi kaum perempuan,” ujar Aslie.

Salah satu peserta pelatihan, Rika Dewi Yanti (34), ibu rumah tangga, menyatakan bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat berharga karena biasanya biayanya cukup besar. “Saya senang karena pelatihan ini gratis dan difasilitasi oleh BAZNAS. Ini sangat membantu kami, terutama ibu rumah tangga seperti saya,” ungkap Rika.

Ia berharap program serupa dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak perempuan. “Terima kasih BAZNAS atas program yang bermanfaat ini. Semoga semakin banyak perempuan diberdayakan dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” tuturnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com