Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, mengatakan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan ikhtiar untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi mustahik sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Indonesia.
“BAZNAS menargetkan ada 3.000 penerima manfaat dalam program kolaborasi bersama Kemnaker ini dengan durasi waktu hingga lima tahun. Kami akan terus mengoptimalkan program ini. Kami berharap para mustahik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga serta bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Bagi para penerima manfaat, kesempatan bekerja di Jepang bukan sekadar peluang memperoleh penghasilan, melainkan juga langkah untuk mengubah kehidupan keluarga dan membangun masa depan yang lebih mandiri.
Salah satu penerima manfaat, Dananda Bagus Setiawan asal Sumatra Selatan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program ini. Ia akan ditempatkan di CSK Co., Ltd. dan berharap pengalaman serta penghasilan yang diperolehnya selama di Jepang dapat menjadi modal untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan membangun usaha setelah program berakhir.
“Kedua orang tua saya bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang didapat pun pas-pasan. Karena itu, lulus sekolah saya langsung berusaha mencari kerja. Alhamdulillah ada BAZNAS dan Kemnaker. Harapan saya setelah dari program ini saya bisa membangun usaha, membantu ekonomi keluarga. Dan pastinya saya ingin menjadi muzaki dan berzakat juga,” ujarnya.
Kisah serupa datang dari Juwan Saputra, penerima manfaat asal Sumatra Selatan yang akan ditempatkan di ASHIHOZAKI INDUSTRY Co., Ltd. Bagi Juwan, bantuan BAZNAS hadir ketika ia dan keluarganya menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti pelatihan dan memenuhi kebutuhan pemberangkatan ke Jepang.
Sebagai anak pertama, Juwan merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu meringankan beban keluarga. Ayahnya bekerja sebagai tukang tambal ban dengan pendapatan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat kesempatan mengikuti program vokasi menjadi sangat berarti bagi masa depannya.
“Ayah saya bekerja sebagai tukang tambal ban dengan pendapatan yang tidak menentu. Untuk makan saja kadang kurang, sementara biaya pelatihan cukup besar. Karena itu, bantuan dari BAZNAS ini sangat berarti bagi saya. Setelah program ini dan tabungan terkumpul, saya ingin membantu biaya pendidikan adik dan memperbaiki tempat tinggal keluarga. Terima kasih BAZNAS dan muzaki,” ujarnya.
Melalui Program Beasiswa Vokasi BAZNAS, zakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik saat ini, tetapi juga membuka akses terhadap keterampilan, pekerjaan, dan penghasilan yang lebih baik. Dengan demikian, para penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.
Program kolaborasi BAZNAS dan Kemnaker ini menjadi wujud pemanfaatan zakat secara produktif untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat kemandirian ekonomi, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci: BAZNAS RI, Beasiswa Vokasi BAZNAS, mustahik kerja di Jepang, beasiswa kerja Jepang, magang Jepang, Kemnaker, zakat produktif, pemberdayaan ekonomi, kemandirian ekonomi, mustahik menjadi muzaki. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan