Beritabanten.com – Raihan Immaduddin (23) menggagas lapak baca buku gratis bernama “Baca di Pamulang” yang rutin hadir di Alun-Alun Pamulang, Kota Tangerang Selatan setiap Sabtu pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Di lapak ini, masyarakat dapat membaca puluhan buku secara gratis.
Menurut Raihan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya anak muda, agar memanfaatkan ruang publik dengan lebih aktif.
“Saya sih inginnya Baca di Pamulang sebagai sarana untuk teman-teman khususnya di Pamulang atau Tangsel umumnya, untuk datang ke alun-alun memanfaatkan ruang publik yang ada, syukur-syukur bisa membaca begitu jadi kita sediakan bacaannya,” ujarnya.
Sejak diresmikan pada Maret 2023, Alun-Alun Pamulang menarik perhatian masyarakat, tetapi Raihan melihat masih ada anak muda yang enggan memanfaatkannya. Melalui lapak baca ini, ia ingin mengubah pola pikir mereka.
“Ingin mengubah mindset anak-anak muda untuk melihat alun-alun itu bukan sebagai tempat anak-anak dan orang tua saja, tapi anak muda juga yang keren dan bisa kita manfaatkan sebagai tempat berkumpul dan melakukan gerakan-gerakan berbagai hal,” katanya.
Lapak ini pertama kali digelar pada Sabtu (11/1) dan telah berlangsung sebanyak lima kali. Setiap sesi, Raihan dan seorang rekannya membawa beragam buku, mulai dari sejarah, filsafat, politik, novel, hingga buku menggambar dan mewarnai untuk anak-anak.
“Memang kebanyakan anak-anak, kalau anak muda biasanya baca novel sama cerpen. Lebih banyak anak-anak dan orang tuanya yang mengarahkan mereka ke bacaan anak-anak yang terkait dengan Islam. Apa pun (bukunya), semua buku layak dibaca, bahkan kemarin ada juga yang donasi buku TOEFL dan CPNS,” ungkapnya.
Selain membaca, Raihan juga menikmati berdiskusi dengan masyarakat yang datang ke lapaknya.
“Saya gak membatasi, kita gak hanya membaca karena bosan juga diam doang, saya juga senang kita ngobrol ngobrolin Tangsel, ngobrolin Pamulang, bikin sesuatu,” tuturnya.
Kegiatan Baca di Pamulang ini merupakan bentuk kontribusi Raihan dan rekannya untuk memajukan literasi di Kota Tangsel, khususnya Pamulang. “Saya mengalami banyak pengalaman di Pamulang, jadi ada kedekatan emosional dan intelektual, dan saya ingin berkontribusi untuk lebih meningkatkan literasi teman-teman di sini,” jelas Raihan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di berbagai daerah.
“Mumpung kita punya ruang publik, kita manfaatkan, kita membaca dan diskusi, bikin Pamulang lebih ramai. Saya ingin di daerah-daerah lain juga membuat ini, cukup teman-teman di sana berkontribusi untuk daerahnya,” tutupnya. (Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan