Beritabanten.com – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, umbi-umbian mulai kembali dilirik sebagai pilihan menu sarapan yang bergizi. Jenis umbi seperti ubi jalar, singkong, talas, kentang, hingga gembili mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral yang dapat menjadi sumber energi untuk memulai aktivitas sehari-hari.

Sejumlah pakar kesehatan menilai, menjadikan umbi-umbian sebagai menu sarapan merupakan pilihan yang baik, terutama jika dipadukan dengan sumber protein dan sayuran agar kebutuhan gizi lebih seimbang.

Menurut  Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dibandingkan karbohidrat olahan. Dengan demikian, tubuh memperoleh energi yang dilepaskan secara bertahap sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Pendapat serupa disampaikan Dariush Mozaffarian, ahli gizi dan direktur Food is Medicine Institute di Tufts University. Ia menjelaskan bahwa pangan utuh, termasuk umbi-umbian, memberikan manfaat lebih besar dibandingkan makanan olahan karena kaya serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan metabolisme.

Sementara itu, World Health Organization menekankan pentingnya mengonsumsi makanan beragam yang didominasi pangan alami sebagai bagian dari pola makan sehat. Umbi-umbian dapat menjadi salah satu sumber karbohidrat yang baik jika diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, bukan digoreng berlebihan.

Di Indonesia, ahli gizi klinis Dr. Tan Shot Yen juga kerap mengedukasi masyarakat bahwa sumber karbohidrat tidak harus selalu berasal dari nasi. Menurutnya, ubi, singkong, dan aneka umbi lokal dapat menjadi alternatif yang menyehatkan karena kaya serat dan membantu meningkatkan variasi konsumsi pangan.

Manfaat Sarapan Umbi-umbian

  1. Beberapa manfaat mengonsumsi umbi-umbian sebagai menu sarapan antara lain:
  2. Menyediakan energi secara bertahap karena mengandung karbohidrat kompleks.
  3. Membantu menjaga rasa kenyang lebih lama berkat kandungan serat.
  4. Mendukung kesehatan pencernaan.
  5. Menjadi sumber vitamin, seperti vitamin A pada ubi jalar oranye, serta vitamin C dan kalium pada beberapa jenis umbi.
  6. Membantu mengurangi konsumsi makanan olahan tinggi gula dan lemak.
    Tetap Harus Seimbang

Meski menyehatkan, para pakar mengingatkan bahwa sarapan tidak cukup hanya mengandalkan umbi-umbian. Agar kebutuhan gizi terpenuhi, menu sebaiknya dilengkapi dengan protein seperti telur, ikan, tahu, tempe, atau yogurt, serta buah dan sayuran.

Sebagai contoh, menu sarapan dapat berupa ubi rebus dengan telur rebus dan pepaya, atau singkong kukus yang dipadukan dengan tempe dan sayuran.

Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang seimbang, umbi-umbian dapat menjadi pilihan sarapan yang bergizi, mengenyangkan, sekaligus mendukung pola makan sehat dalam jangka panjang. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com