Beritabanten.com — Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang Selatan atau MUI Kota Tangsel,menggelar pengajian rutin yang menghadirkan Pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah Pondok Aren, KH Muhammad Sobron Zayyan, dengan tema penting tentang ilmu sabar yang dinilai mulai banyak terlupakan di tengah kehidupan masyarakat modern.
Pengajian rutin yang membahas berbagai kitab kuning, salah satunya Kitab Risalatul Murtarsyidin yang dibedah oleh KH Sobron, kali ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, Ketua MUI Kota Tangsel KH Saidih dan Sekum MUI Tangsel KH Abdul Rojak.
Dengan menghadirkan empat pembahas kitab kuning, kegiatan tersebut diikuti ratusan jemaah dari berbagai pelosok Tangerang Selatan di Islamic Center Baiturrahmi BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.
Ketua Harian LPTQ Tangsel sekaligus Wakil Ketua MUI Tangsel itu menyampaikan bahwa sabar bukan hanya sekadar menahan emosi, tetapi juga kemampuan hati untuk tetap istiqamah dalam menjalani ketentuan Allah SWT.
Ia mengutip penjelasan dari kitab Risalatul Murtarsyidin mengenai pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, ibadah, maupun dalam menjauhi maksiat.
“Banyak orang menjalani sabar, tetapi tidak memahami seluk-beluk sabar itu sendiri. Sabar bukan diam tanpa usaha, melainkan keteguhan hati, konsistensi dalam ikhtiar, dan rasa tidak takut menghadapi ujian,” ujar KH Sobron di hadapan jemaah.
Ia menjelaskan, dalam kitab Risalatul Murtarsyidin disebutkan bahwa sabar memiliki beberapa tingkatan, di antaranya sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan larangan-Nya, serta sabar menghadapi musibah dan cobaan hidup.
KH Sobron kemudian mencontohkan keteladanan sabar melalui kisah Siti Hajar saat berjuang mencari air untuk Nabi Ismail AS di tengah padang pasir. Dalam kondisi lelah dan penuh kesulitan, Siti Hajar berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah dengan jarak sekitar 500 meter hingga tujuh kali perjalanan.
“Bayangkan bagaimana kesabaran Siti Hajar. Dalam keadaan sulit dan penuh kecemasan, beliau tetap bergerak, tetap berusaha, tidak menyerah, dan tidak takut. Hingga akhirnya Allah SWT menghadirkan air zamzam sebagai pertolongan,” tuturnya.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran besar bahwa kesabaran selalu disertai usaha dan keyakinan kepada Allah SWT. Seseorang yang sabar tidak akan berhenti berikhtiar meskipun keadaan terasa berat.
Pengajian yang berlangsung khidmat itu dihadiri jemaah dari berbagai wilayah di Tangerang Selatan. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan, terutama ketika KH Sobron membahas cara menjaga ketenangan hati di tengah tekanan ekonomi dan persoalan sosial saat ini.
Kegiatan pengajian rutin MUI Tangsel ini diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman keislaman masyarakat sekaligus menumbuhkan akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan