Beritabanten.com – Suasana forum edukasi bertajuk Semua Anak Berhak Aman di Sekolah di Botani Square Bogor pada hari ini Minggu 12 April 2026 sempat berlangsung serius.
Ini terjadi saat para praktisi pendidikan dan pemerhati anak membahas isu perundungan atau bullying di lingkungan sekolah yang dinilai masih kerap terjadi secara tidak disadari.
Namun, ketegangan diskusi tersebut perlahan mencair ketika seorang siswa bernama Marko naik ke panggung dan membawakan penampilan musik yang menjadi selingan dalam agenda tersebut.
Marko dikenal sebagai pelajar dari salah satu sekolah ternama di Bogor yang memiliki hobi bernyanyi dengan genre pop. Di berbagai kesempatan, ia kerap tampil dalam kegiatan sekolah maupun acara komunitas, dengan gaya vokal yang cenderung lembut dan sederhana khas penyanyi Gen Z.
Dalam kesempatan di Botani Square itu, Marko membawakan sebuah lagu pop dengan aransemen minimalis. Meski tidak dibawakan dengan teknik vokal yang berlebihan, justru kesederhanaan dan karakter suara pelajar tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang hadir.
Penampilannya berlangsung singkat, namun cukup untuk mengubah atmosfer forum yang sebelumnya fokus pada pembahasan serius mengenai pola-pola bullying, termasuk yang kerap tidak disadari oleh siswa maupun guru.
Sejumlah peserta tampak memberikan perhatian penuh saat Marko mulai bernyanyi. Suasana yang awalnya formal dan padat diskusi berubah menjadi lebih santai tanpa mengurangi esensi kegiatan utama.
Panitia kegiatan menyebut kehadiran penampilan siswa seperti Marko menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih humanis dalam forum pendidikan, terutama ketika membahas isu-isu sensitif seperti kekerasan dan perundungan di sekolah.
Kehadiran unsur seni dinilai dapat membantu menurunkan ketegangan emosional peserta diskusi.
Marko sendiri tampak tampil percaya diri meski berada di tengah forum yang didominasi oleh orang dewasa dan praktisi pendidikan. Penampilannya juga menjadi bentuk ekspresi diri pelajar dalam ruang publik yang lebih luas, di luar lingkungan sekolah.
Momen yang paling mencuri perhatian terjadi setelah penampilan selesai. Para peserta yang sebagian diketahui merupakan rekan dan kolega Marko langsung memberikan respons antusias dengan sorakan dan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi. Suasana yang semula formal berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban.
Tidak sedikit peserta yang kemudian mendokumentasikan momen tersebut sebagai bagian dari dokumentasi acara. Penampilan singkat itu pun menjadi salah satu highlight yang dibicarakan di sela-sela diskusi lanjutan mengenai strategi pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, kegiatan tersebut tetap menekankan substansi utama, yakni pentingnya meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap potensi bullying yang sering kali tidak tampak secara langsung.
Para narasumber dalam forum tersebut sebelumnya juga menyoroti pentingnya sensitivitas guru dan siswa dalam mengenali tanda-tanda awal perundungan, termasuk yang terjadi dalam bentuk halus atau tersamarkan.
Penampilan Marko di tengah forum tersebut menjadi selingan yang memperlihatkan bahwa ruang edukasi tidak selalu harus kaku, melainkan dapat dikombinasikan dengan ekspresi seni yang mendukung suasana belajar dan diskusi yang lebih terbuka.
Acara Botani Square Bogor tersebut tidak hanya meninggalkan catatan penting terkait isu bullying, tetapi juga menghadirkan warna tersendiri dari dunia pelajar yang menunjukkan bahwa kreativitas dan edukasi dapat berjalan beriringan dalam satu ruang yang sama. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan