Beritabanten.com – Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim tim ke Korea Selatan untuk melanjutkan kerja sama pengembangan jet tempur KF-21 Boramae, yang dikenal juga sebagai Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX).
Keputusan ini diumumkan usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, yang membahas kelanjutan proyek yang sudah digagas sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono lebih dari 15 tahun lalu.
“Mengirim tim teknis dan engineering segera,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Seoul, Rabu (1/4), mengutip keterangan Sekretariat Presiden.
Kerja sama ini dimulai pada 2010 melalui perjanjian KFX/IFX. Proyek tersebut berlanjut pada era Presiden Joko Widodo, dan kini diteruskan di era Prabowo. Total investasi sejak diluncurkan pada 2015 mencapai 8,1 triliun KRW (setara Rp95,32 triliun), dengan kontribusi Indonesia 20 persen senilai 1,6 triliun KRW. Sisanya ditanggung Korea Selatan dan Korea Aerospace Industries (KAI).
Proyek sempat tertunda akibat penundaan pembayaran dari Indonesia. Akhirnya Korea Selatan menyetujui pemangkasan kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar KRW. Selain itu, proyek juga sempat tersorot kasus dugaan pencurian teknologi oleh insinyur Indonesia.
Menurut laporan, lima teknisi PT Dirgantara Indonesia mencoba mengambil data sensitif KF-21 pada Januari 2024. Kasus ini ditindaklanjuti pihak berwenang Korea Selatan, tapi pada Mei 2025 tuntutan terhadap para teknisi digugurkan.
Meski terganjal isu tunggakan dan dugaan pencurian data, kerja sama tetap berjalan. Pada 19 Maret 2026, kantor berita Yonhap melaporkan rencana ekspor 16 unit KF-21 ke Indonesia, lebih sedikit dari rencana awal 48 unit.
Airlangga menyebut masih ada sejumlah isu teknis yang perlu dibahas, termasuk spesifikasi pesawat dan skema pembayaran baru. “Harapannya akan selesai dengan pengiriman tim ke sana,” ujarnya.
Kerja sama pengembangan jet tempur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan nasional sekaligus menjaga komitmen Indonesia dalam aliansi strategis dengan Korea Selatan.(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan