Beritabanten.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menggelar talkshow bertajuk Beyond Charity: Transformasi Zakat untuk Ekonomi Umat Berkelanjutan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat peran zakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan zakat perusahaan dan karyawan BSI kepada BAZNAS RI.

Pimpinan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa zakat tidak hanya berdimensi ibadah personal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan sosial.

“Zakat adalah jembatan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, serta menjadi sarana untuk menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia menekankan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara seimbang antara penghimpunan dan pelayanan kepada muzaki. Transparansi, profesionalisme, serta dampak nyata bagi mustahik dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

“Tidak cukup hanya menghimpun, tetapi juga harus melayani, mendoakan, dan memastikan zakat memberi ketenangan serta keberkahan bagi para pembayarnya,” tambahnya.

Rizaludin juga mengungkapkan potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah dari berbagai sektor, mulai dari pendapatan, korporasi, pertanian hingga tabungan.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan ekosistem zakat, termasuk kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola zakat.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi zakat dari pola konsumtif menuju pemberdayaan ekonomi produktif.

“Arah ke depan, zakat harus mendorong mustahik menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional melalui kolaborasi dengan BAZNAS.

Menurutnya, BSI dalam beberapa tahun terakhir telah menyalurkan zakat perusahaan dalam jumlah signifikan serta mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi BSI dan BAZNAS tidak hanya pada penghimpunan, tetapi juga penyaluran yang berdampak, seperti program ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan mustahik agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi digital menjadi kunci dalam mempermudah masyarakat menunaikan zakat. Melalui platform digital, BSI menghadirkan kemudahan layanan seperti kalkulator zakat, pembayaran otomatis, hingga integrasi sistem penyaluran yang lebih transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, beserta jajaran kedua lembaga. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com