Penulis: Deni Nuryadin Pimpinan BAZNAS Kota Tangsel
Beritabanten.com – Memaknai Isra Miraj tidak sebatas pada mengetahui dan memperingati saja, namun jauh lebih utama adalah menaladani dan mengamalkan dari hikmah yang terjadi pada Isra Miraj itu sendiri.
Salah satu momen penting dalam Isra’ Mi’raj adalah ketika Rasulullah menerima langsung perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.
Sholat merupakan pondasi awal dan tiang agama untuk ditegakkan bagi setiap muslim yang beriman.
Hikmah lain dari Isra Miraj adalah dakwah perjuangan Nabi Muhammmad sangat berat tantangamnya dalam memberikam keyakinan tentang perjalanannya Isra Miraj (semula dari ‘ilmul yaqin naik status menjadi ‘ainul yaqin).
Saking berat perjuangan dan dakwah Mabi Muhammmad, sampai-sampai Allah SWT memerintahkan agar Nabi dan kaumnya untuk hijrah ke Madinah melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW,
Ini bertujuan untuk menyelamatkan dakwah Islam dan melindungi kaum Muslimin dari siksaan kaum Quraisy di Mekkah, serta membangun peradaban Islam yang baru yang aman dan kuat di Madinah (Yatsrib).
Relevansi zakat sebagai hikmah dalam memperingati hari Isra Miraj tahun ini terjadi pada bulan Rajab, Allah memuliakan bulan Rajab sebagai salah satu bulan dari 4 bulan yang dimuliakan dalam setahun, dimana dosa dan kezaliman sangat dilarang dan pahala amal saleh dilipatgandakan.
Salah satu amal shaleh yang membawa pada keselamatan pada diri sendiri dan membawa dampak perubahan umat manusia lain untuk hidup lebih baik adalah dengan menunaikan zakat, infaq dan sedekah.
Ibarat siklus bercocok tanam maka bulan Rajab bagi umat muslim merupakan waktu pelatihan dan waktu untuk menanam kebaikan, kemudian waktu puncak panen rayanya ada pada Bulan Ramadhan.
Sehingga dirinya akan terbiasa untuk beramal sholeh, salah satu amal shaleh itu bisa dengan jalan menunaikan zakat, infaq dan sedekah sebagai gaya hidup sehari-sehari, peduli kesulitan orang lalu kemudian membantunya, menyadari bahwa segala sesuatu yang dimilikinya merupakan titipan dari Allah yang sewaktu-waktu akan ditinggalkannya.
Dosa dan amal shalehlah yang akan dibawa untuk mempertanggungjawablannya dihadapan Allah.
Semakin banyak amal sholeh yang diperbuat dibandingkan amal buruknya akan semakin membantu untuk masuk pada jembatan keselamatan di dunia dan akherat.
Hikmah lain di dalam peristiwa Isra Miraj saat ini adalah umat harus berusaha berubah memperbaiki kehidupan sebelumnya untuk lebih baik dalam kegiatan rohani dan ekonomi.
Menunaikan zakat, infaq dan sedekah merupakan salah satu jembatan hijrah perubahan sebagai tanggung jawab pribadi dan kolektif untuk membantu mereka yang kuramg beruntung untuk berubah lebih baik salam kehidupannya.
Perubahan harus berasal dari semua muslim yang berpunya (aghniya) menyadari bahwa dalam merubah tatanan ekonomi yang berkeadilan dan merata.
Maka secara makro dibutuhkan kesadaran kolektif dari para aghniya untuk berkomitmen dan memelihara konsistensi dalam menyediakan dana sosial, disisi lain para dhuafa harus mempunyai semangat untuk berubah dalam hidupnya dengan bskerja ksras.
Relevansi peringatan Isra Miraj pada saat ini adalah selain menegakkan shalat, umat Islam juga diharapkan gemar atau senang menunaikan zakat, infaq dan sedekah, dengan demikian mudah-mudahan menjadi jembatan Indonesia untuk menjadi negara Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, sebagaimana sesuai dalam hadis bahwa “Zakat itu jembatan Islam” (HR. Thabrani dari Abu Darda’, juga HR. Baihaqi dari Ibnu Umar) menunjukkan peran zakat sebagai penghubung dapat terwujud. Amin YRA. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan