Beritabanten.com – Langkah pemerintah menerapkan kebijakan fiskal ekspansif dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara diprediksi mampu mendorong pertumbuhan kredit perbankan.
Chief Economist BNI, Leo Putera Rinaldy, mengatakan kebijakan tersebut akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan kredit di kuartal IV tahun 2025. Ia memperkirakan penyaluran kredit dapat meningkat hingga 10 persen secara tahunan.
“Dampaknya nanti akan terlihat, di mana pertumbuhan kredit pada kuartal keempat diperkirakan akan lebih tinggi, yakni sekitar 10 persen,” ujar Leo.
Data Bank Indonesia mencatat, total kredit yang telah disalurkan perbankan hingga September 2025 mencapai Rp8.051 triliun, meningkat dibanding Agustus 2025 sebesar Rp7.966,1 triliun. Pertumbuhan kredit juga tercatat naik menjadi 7,2 persen yoy dari sebelumnya 7 persen yoy.
Lebih lanjut, Leo menjelaskan bahwa kebijakan fiskal ekspansif juga dapat menjadi pendorong pemerataan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.
“Kebijakan fiskal ini diarahkan bukan hanya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, tapi juga agar pengeluaran pemerintah bisa lebih merata ke seluruh sektor,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah membuka lapangan kerja baru melalui program magang dan stimulus hingga akhir tahun juga memperluas manfaat kebijakan tersebut.
“Program stimulus yang dijalankan pemerintah tidak hanya meningkatkan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat, terutama di sektor informal,” pungkas Leo. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan