Penulis: KH Muhamamd Sobron Zayyan, Pimpinan Pesantren Al-Qur’aniyyah Pondok Aren Tangsel
اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَحْشُرُنَا فِي الْمَحْشَرِ،
أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ،
وَأَشْهَدُ اَنَّ حَبِيْبَنَا وَنَبِيَّنّا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْاِنْسِ وَالْبَشَرِ،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِه وَاَصْحَابِه اَجْمَعِيْنَ
اَمَّا بَعْدُ
فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ،
اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Beritabanten.com – Ma’asyirol muslimin sidang jum’at rahimakumullah.
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan siang serta malam silih berganti sebagai tanda bagi orang-orang yang berakal. Dialah yang menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut ketentuan-Nya, agar kita menyadari betapa berharganya waktu dalam kehidupan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muḥammad ﷺ, keluarganya, sahabatnya, dan seluruh umat yang setia mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.
Ma’asyirol muslimin sidang jum’at rahimakumullah.
Melalui mimbar jum’at ini, khatib ingin mengingatkan diri pribadi dan kita semua. Marilah kita terus tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Takwa yang menjadi solusi bagi setiap permasalahan hidup kita, menjadi jalan kemudahan urusan dan menjadi kunci pembuka pintu-pintu rejeki dari arah yang tak pernah kita duga. Maka Sungguh beruntunglah orang-orang yang bertakwa.
فقد فاز المتقون
Ma’asyirol muslimin sidang jum’at rahimakumullah,
Di antara nikmat terbesar yang Allah ﷻ karuniakan kepada kita adalah nikmat waktu. Inilah satu di antara banyak nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia hingga menyebabkan terjerumus pada kebinasaan.
نعمتانِ مغبونٌ فيهما كثيرٌ منَ النَّاسِ الصِّحَّةُ والفراغُ
“Dua nikmat yang banyak dilalaikan manusia, sehat dan waktu luang”
Hadirin, begitu penting waktu dalam kehidupan manusia begitu penting hadirin, sampai-sampai Allah ﷻ bersumpah atas nama waktu :
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran”. Al-‘Aṣr [103]:1-3
Hadirin, ayat yang mulia ini menegaskan betapa waktu bukan sekadar perjalanan detik, menit, dan jam, tetapi ia adalah amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan. Waktu menunjukkan urgensi dan nilai agungnya dalam kehidupan seorang hamba.
أقسم تعالى بالعصر، الذي هو الليل والنهار، محل أفعال العباد وأعمالهم
Allah ﷻ bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia. Demikian ungkapan Imam As-Sa’di dalam Tafsirnya
تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان
Hadirin, atas nama waktu, kemudian Allah ﷻ bersumpah bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian.
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
Kata Prof. Wahbah Al-Zuhailly, manusia berada dalam kerugian disebabkan perniagaan mereka dengan setan untuk meraih kehidupan dunia yang hina. Sehingga ada di antara manusia yang mengalami kerugian secara mutlak baik di dunia dan akhirat akibat menyia-nyiakan waktu dari kebaikan.
Oleh karenanya, siapa pun yang tidak ingin termasuk golongan yang merugi hendaknya ia menjaga keimanannya di sepanjang waktu, mengisi seluruh waktunya dengan kebaikan dan saling mengingatkan akan kebenaran dan kesabaran.
Hadirin, setiap hembusan nafas yang kita keluarkan adalah potongan dari umur kita. dan ketahuilah bahwa waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali. Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Di antara ungkapan yang paling penting adalah
الوقت كالسيف فإن لم تقطعه قطعك
“Bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.” Ia akan menebas kita dalam penyesalan.
Sebagai inspirasi bagi kita semua, Imam Syafi’i membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga malam pertama untuk menulis, sepertiga malam kedua untuk shalat (malam) dan sepertiga malam terakhir untuk tidur dan semua aktivitas beliau ini diniatkan untuk ibadah.”
Hadirin yang dimuliakan Allah ﷻ, dalam Kitab Al-Zuhd Al-Kabir, Hasan Al-Bashri mengatakan :
“Hari-hari di dunia itu ada tiga, KEMARIN, dan ia telah berlalu seluruhnya. Adapun Hari Esok, bisa jadi engkau tidak mendapatinya. Dan HARI INI, merupakan milikmu. (Bersungguhlah) beramal padanya.”
Hadirin, hidup adalah seni dalam menghargai waktu, agar kita terhindar dari Kesiasiaan menuju kebermaknaan. Sadarilah bahwa kehidupan kita di dunia ini memiliki batas waktu yang sudah ditentukan, sehingga apabila batas itu sudah datang, maka kita tidak akan bisa mempercepat ataupun memperlambat walau hanya sekejap.
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan. Al-A‘rāf [7]:34
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah usia kita yang sesungguhnya. Barang siapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah ﷻ, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Adapun kehidupan yang tidak diisi dengan ibadah maka nilainya sama dengan kehidupan binatang-binatang ternak.”
Oleh karena itu, hendaknya kita selalu muhasabah diri, sejauh mana kita memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan kebaikan,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (yakni akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Ḥasyr [59]:18
Kata Imam Al-Baghawi,
لينظر أحدكم أي شيء قدم لنفسه عملا صالحا ينجيه أم سيئا يوبقه
Hendaknya kita merenungkan tentang waktu-waktu yang sudah kita lewati, untuk apa? Untuk melihat, apakah kita sudah mengisinya dengan amal shalih yang akan menyelamatkan atau kita justeru mengisinya dengan kemaksiatan yang akan menyengsarakan?
Hadirin, dunia semakin menjauh sedangkan kita makin sibuk mengejarnya, sedangkan akhirat semakin dekat sedangkan kita lalai dari mengejarnya. Maka kata Rasulullah ﷺ,
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir”.
Apabila kita berada di sore hari, janganlah kita menunggu datangnya esok hari. Jika kita berada di pagi hari, janganlah kita menunggu datangnya sore hari. Pergunakanlah masa sehat kita untuk menghadapi masa sakit kita, dan masa hidup kita untuk menghadapi masa kematian kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَة وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ،
أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّه هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ،
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِه وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ،
أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ،
وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ،
أَمَّا بَعْدُ
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ
وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ
فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ،
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِه يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
(Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan