Beritabanten.com – Musibah yang menimpa warga di Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu mengundang simpati banyak pihak.
Bantuan terus mengalir dari yang berbentuk alat kebutuhan tidur sampai produk pangan siap saji.
Pantauan media, korban ledakan masih ada yang mendapati rumahnya dalam kondisi porak poranda yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan kegiatan rumah tangga.
Namun, mereka merasa dianggap keluarga oleh banyak pihak dalam menjalani kehidupan sehhari-hari di tengah perbaikan yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.
Rasa kekeluargaan tersebut juga terlihat dalam aksi berikan bantuan Pemkot Tangsel melalui perangkat daerah yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tangsel.

Momen Persaudaran Kala Bantuan Tiba
Moment penuh persaudaraan tersebut terjadi pada Kamis 18 September 2025 ketika bantuan hadir di depan rumah para korban yang masih berantakan.
Korban ledakan larut dalam suasana penuh kekeluargaan, membagikan cerita kronologi musibah sampai menjalani kehidupan sehar-hari yang belum normal.
Penyalur bantuan tersebut adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Abdul Aziz, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Deden Deni, Camat Pamulang, Mukroni dan Ketua Dekranasda Tangsel, Truetami Ajeng.
“Alhamdulillah hari ini sudah kita salurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah, dipimpin oleh Ketua Dekranasda Tangsel,” ujar Kadisperindag, Abdul Aziz, pada awak media selepas bercengkrama dengan para korban, Kamis.
Azis menegaskan bahwa giat tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Dekranasda Tangsel untuk membantu masyarakat yang menjadi korban ledakan di Pamulang.

Kolekan Dari Kocek Pribadi
Sumber bantuan ini disampaikan berasal dari pribadi, melalui kolaborasi bersama Dekranasda tiap kecamatan, perangkat daerah, dan kewilayahan.
“Ini Alhamdulillah berupa sembako ya, ada mukena, perlengkapan mandi dan sebagainya. Mengumpulkan bantuan secara pribadi bukan dari APBD,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Deden Deni juga menyampaikan bantuan yang diberikan berupa seragam hingga peralatan sekolah lainnya.
“Kebetulan ada 18 anak dari mulai TK sampai SMK. Paling banyak di tingkat SD. Jadi ada perlengkapan sekolah, seragam, sepatu, tas dan beberapa alat tulis untuk membantu dan meringkan orang tua,” jelasnya.
Ketua Dekranasda Tangsel, Truetami Ajeng tampak menyapa para warga terdampak ledakan penuh persaudaraan. Dia bahkan menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan seorang nenek-nenek yang berada di depan rumahnya masih tampak berantakan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan