Beritabanten.com – Mungkinkah kejayaan dan keberhasilan masa pemerintahan Khalaifah Umar Bin Abdul Aziz dapat terulang kembali dewasa ini. Bukan hal yang mustahil kejayaan umat pada masa itu terulang kembali
Mencontoh khalifah inindalam membangun negerinya, pertama-tama Ia melakukan peningkatan kualitas SDI (Sumber Daya Insani) melalui pemberian pendidikan yang berkualitas dan berkarakter pada nilai-nilai kesholehan individu (rububiyah) dan kesholehan sosial (insaniyah). Sudahkah kita saat ini seperti itu?
Ilmu dikembangkan secara seluas-seluasnya, para guru alim ulama pada saat itu sangat mengutamakan akhlakul Karimah dalam rangka menjaga marwah dan kehormatan.
Menempatkan orang-orang yang kompeten, berilmu, sarat kemampuan professional serta berintegritas di birokrasi pemerintahannya. Sudahkah kita seperti itu?
Beberapa Inisiatif dan kebijakan Umar bin Abdul Aziz menjadi bukti kegemilangan peradaban Islam pada masanya, yang kemudian menjadi dasar pemikiran kontemporer di bidang ilmu pengetahuan saat ini.
Mengulang pernyataan di atas maka pondasi kejayaannnya dibangun dengan meletakan SDI berkarakter mulia dimana memberikan pendidikan berkualitas yang berfokus pada akhlakul karimah dan praktik sehingga melahirkan pemuda-pemuda yang berkarakter, mandiri, beriman, bertaqwa, dan berakhlak. Sudahkah kita seperti tiu?
Dibidang kemajuan ekonomi, beliau berorientasi pada bisnis yang berpijak pada kepentingan rakyat, seperti mengembalikan hak-hak yang dirampas, petani dilindungi hak-haknya untuk mengolah secara produktif dan berbagi hasil dengan para pemodal serta bukan mengakuisisi aset dari petani itu sendiri dan membuka lapangan kerja untuk rakyatnya, menghapus pajak yang membebani rakyat kecil namun tegas dan adil perlakuan pengenaan pajak bagi para orang kaya. Sudahkah kita seperti itu?
Mendistribusikan kekayaan melalui pengelolaan zakat yang efektif dan konsep desentralisasi daerah. Kebijakan ini berrimbas pada kesejahteraaan masyarakat meningkat dan membuka peluang ekonomi baru, seperti pengembangan dan pengolahan tanah produktif dan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas perdagangan dan pertanian serta bukan untuk memenuhi keinginan para penguasa ekonomi dan sekelompok oligarky dalam menunjang bisnisnya.
Sudahkah Kita Meniru Kepemimpinan Khalifah
Dalam mendistribusikan kekayaan dari para aghniya kepada masayarakat yang membutuhkan, Ia menerapkan pengelolaan zakat yang efektif dengan menerapkan konsep otonomi daerah dalam pengelolaan zakat, di mana setiap daerah mengelola potensi zakatnya sendiri. Konsep subsidi silang juga diterapkan, di mana daerah yang memiliki kelebihan dana memberikan bantuan kepada daerah yang defisit. Kepemimpjminannya sangat disegani rakyatnya, karena apa yang menjadi kebijakannya senantiasa dirasakan rakyatnya sehingga mereka menjadi sejahtera. Sudahkah kita seperti itu?
Hadirnya BAZNAS di bumi pertiwi merupakan upaya mengejawantahankan konsep beliau sekaligus menerapkan konsep keberhasilan pengelolaan zakat di zaman Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang ditransformasikan menyesuaikan pada kondisi zaman kekinian, dengan berpegang teguh pada Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
Semoga cukilan di atas dapat kita pahami sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan