Beritabanten.com –  Tidak banyak yang mengetahui asal es krim yang kini biasa berjejer di super market dengan beragam cita rasa. Anda mungkin jadi bagian dari orang yang terbiasa mengkonsumi es krim tanpa pernah berpikir asa usulnya.

Es krim adalah makanan dessert populer di masyarakat, bahkan kini sudah banyak dijajakan di warung kecil di plosok desa.

Dia menjadi legenda makanan bagi anak-anak yang rewel atau kurang perhatian. Satu buah es krim bisa menjadi penawar sekaligus tanda cinta orang tua pada si buah hati.

Akar sejarahnya memang panjang dan beragam, tapi setidaknya ada pesan perjuangan pembuatnya hingga membuat banyak orang sudah mencicipnya.

Diceritakan banyak literatur, asal mula es krim diyakini berasal dari negeri tirai bambu, tepatnya Tiongkok.  Itu terjadi sejak 2000 sebelum masehi, di mana orang-orang mencampur susu, beras, dan es untuk membuat dessert beku.

Selanjutnya es krim bisa hadir di Eropa buah tangan dari Marco Polo pada abad ke-13, setelah ia melakukan perjalanan ke Tiongkok.

Awalnya, es krim hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan karena proses pembuatannya yang rumit dan mahal.

Namun segalanya berubah, sejak revolusi industri yang melahirkan banyak alat produksi masal makanan, termasuk es krim. Ia mengenalkannya pada semua lapisan karena harganya terjangkau.

Masyarakat umum sebagai mata rantai terakhir pemasaran industri, menjadi terbiasa mengkonsumsi es krim yang pada gilirannya lebih terjangkau dan populer di kalangan masyarakat.

Nah, pada abad ke-20, es krim menjadi semakin populer dengan penemuan berbagai rasa dan tekstur.

Saat ini, es krim tersedia dalam berbagai bentuk dan rasa, dari es krim tradisional hingga es krim vegan dan rendah gula.

Es krim telah menjadi dessert yang populer di seluruh dunia, dengan berbagai variasi dan rasa yang unik. Dan Anda tentu saja pernah mencicipnya, dengan beragam rasa dan cita rasa (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com