Beritabanten.com – Konsumsi daging sapi dan kambing di Hari Raya Idul Adha memungkinkan terjadi penumpukan kalori berlebihan dalam tubuh.

Hal tersebut bukan saja akan menjadikan kondisi badan melemah akan tetapi yang beresiko membangkitkan potensi penyakit dalam tubuh seseorang.

Adalah minum jamu yang bisa mengurangi kemungkinan terjadi kondisi badan tidak stabil dan mencegah berbagai penyakit untuk kambuh.

Kenapa demikian? Jamu memang jadi satu alternatif pendoronh vitalitas tubuh sejak zaman dahulu, para pendahulu di tanah air terbiasa minum jamu dalam menjaga kesehatan tubuh.

Minum jamu bisa menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh selama perayaan Idul Adha, terutama jika dikonsumsi sebelum atau sesudah makan daging.

Beberapa jenis jamu yang direkomendasikan antara lain jamu pahitan (brotowali dan sambiloto), kunyit asam, dan beras kencur.

Jamu Pahitan:  

Bisa membantu menekan asupan karbohidrat yang tinggi saat Idul Adha.

Mampu menurunkan kadar gula darah dan menjaga metabolisme tubuh.

Bisa dikonsumsi 1-2 kali sehari.

Kunyit Asam:  

Bisa membantu pencernaan dan mengurangi efek makanan berlemak.

Berfungsi sebagai anti-penuaan bagi organ jantung dan pembuluh darah.

Beras Kencur: Dapat memberikan energi dan menyegarkan tubuh.

Penting:

Disunahkan untuk tidak makan dan minum sebelum salat Idul Adha.

Konsumsi jamu segar dari bahan alami lebih disarankan daripada produk suplemen herbal instan.

Konsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit tertentu sebelum mengonsumsi jamu.

Tips:  

Pilih ramuan jamu segar dan berkualitas.
Konsumsi jamu secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kombinasikan konsumsi jamu dengan pola makan sehat dan olahraga. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com