Beritabanten.com – Anda yang menjadi wisatawan di Curug Goong Pandeglang pada liburan Hari Raya Idul Adha harus tahu sejarahnya agar lebih berkesan dan bermakna.
Di kompleks Curug Goong terdapat beberapa artefak, diantaranya terdapat dua belas batu yang mengelompok.
Saat ini batu-batu tersebut dilindungi sebuah cungkup berukuran 5,3 meter x 5,3 meter. Satu menhir berdiri di bagian tengah dikelilingi oleh sepuluh batu silinder (palinggih) dengan bidang atasnya rata dan satu artefak berbentuk gong kecil (kenong).
Menhir yang berdiri di tengah-tengah nampaknya berfungsi sebagai pusat, sedangkan batu batu yang lainnya ditempatkan mengelilingi pusat tersebut.
Formasi semacam ini lazim disebut formasi “temu gelang” yang banyak djumpai pada masa tradisi megalitik.
Selain dua belas batu terdapat satu artefak batu yang terletak diluar cungkup, namun masih terpendam.
Batu-batu tersebut dilindungi oleh pagar keliling berbahan BRC berukuran 11,12 m x 11, 12 m dengan tinggi 1,2 m.
Ukuran batu silinder memiliki diameter relatif sama, yaitu 50 sampai 52 cm, sedangkan tinggi memiliki ukuran yang bervariasi.
Di luar kompleks Curug Goong yang telah diberi pagar keliling, terutama di sebelah barat daya terdapat dua batu yang memiliki bentuk dan ukuran berbeda.
Satu batu berjarak sekitar 15 meter dari Situs Curug Goong. Batu ini memiliki bentuk kenong (goong) sebagian badan batu tersebut tertanam di dalam tanah dan satu batu lagi memiliki bentuk silinder (pelinggih). (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan