Beritabanten.com – Kafilah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi kampiun dalam Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten dengan meraih juara umum tujuh kali berturut-turut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo meyakini kafilah Tangsel akan menjadi umum di MTQ ke-22 Provinsi Banten 2025.

Hajatan pecinta Al-Quran tersebut diselenggarakan pada Jumat-Senin 25-29 April 2025 di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangsel tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat kegigihan pengurus LPTQ Tangsel dalam seleksi peserta ketat sekaligus pembinaan yang melibatkan para ahli di bidangnya masing-masing.

“Saya melihat keseriusan pengurus LPTQ dalam menjalankan pembinaan selama lima bulan dengan lima tahapan. Peserta yang diseleksi ketat itu menjadi lebih siap untuk bertanding,” katanya ketika melepas kafilah LPTQ Tangsel di Hotel All Night Day, Alam Sutera, Alam Sutera, Kota Tangsel, Jumat (25/4/2025)

Karenanya, dia meminta kepada pembina dan ofisial untuk melayani para peserta selama perlombaan berlangsung. Kafilah Tangsel yang berjumlah 150 orang itu,  terdapat 64 peserta lomba dan sisanya adalah pimpinan kafilah, pembina dan ofisial.

“Saya minta kepada seluruh pembina untuk  menjadikan peserta itu sebagai pengantin. Mereka harus dilayani betul agar menghasilkan prestasi yang gemilang,” ucapnya.

Selain itu, katanya, harus terus menjaga kekompakan dalam melayani peserta dengan berpatokan pada tugas masing-masing dan berani mengambil inisiatif terbaik untuk peserta.

“Jangan saling ngandelin dalam melayani peserta, berikan pelayanan maksimal. Hasil sangat tergantung dengan kegigihan kita berusaha,” pinta dia.

Upaya serius dalam melaksanakan tugas tersebut, dikatakan, sebagai cerminan diri dalam  menjaga nama baik Tangsel untuk diri sendiri, Pemerintahan Kota dan seluruh masyarakat Tangsel.

“Tanyakanlah pada diri sendiri bahwa Anda yang terbaik mewakili Tangsel. Apa yang kita lakukan selama lima hari lomba MTQ harus menjadi cerita hidup yang layak dikenang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Tangsel Muhammad Sobron Zayyan menjelaskan pembinaan peserta kafilah Tangsel selama lima bulan tersebut dilakukan dengan tatap muka sebanyak lima kali dan sisanya dengan pembinaan daring.

“Pembinaan hari ini terakhir, yang kelima dari lima bulan kita lakukan pembinaan. Sisanya kami tetap melakukan pembinaan secara daring,” ucapnya.

Pembinaan tersebut dikatakan maksimal karena melibatkan para pembina yang sudah ahli dalam bidang masing-masing baik dari jajaran pengurus LPTQ Tangsel maupun pembina tamu dari luar.

“Pembina dan korlap (koordinator lapangan, red) akan mengawal terus para peserta untuk menghasilkan penampilan yang terbaik di antara yang baik,” jelas dia.

Meski demikian, dia menyadari untuk menjadi juara umum kembali bukan perkara yang mudah mengingat banyak faktor yang harus terus diperhatikan.

“Menjadi juara umum itu memang terasa barat, tapi hasil itu sangat tergantung pada proses gigih yang kita lakukan,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com