Beritabanten.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon melakukan pemetaan terhadap kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) di jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP.
Hal tersebut sebagai realisasi program kerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo,
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
“Tercatat ada 25 sekolah yang mengalami kerusakan berat, tiga sekolah mengalami kerusakan sedang, dan sebanyak 144 sekolah mengalami kerusakan ringan. Fokus utama kami adalah memperbaiki 25 sekolah yang masuk kategori rusak berat,” ungkap Heni kepada RRI pada Rabu (23/4/2025).
Lebih lanjut, Heni mengungkapkan bahwa hasil pemetaan tersebut telah dipresentasikan pada Kamis, 17 April 2025, di hadapan Wakil Wali Kota Cilegon, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah I, serta jajaran Dindikbud dan perwakilan Bappeda di ruang rapat Wali Kota. Pemaparan dilakukan bersama tim dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Kendati demikian, Heni menegaskan bahwa prioritas penanganan tidak semata-mata berdasarkan tingkat kerusakan, melainkan juga mempertimbangkan aspek pemerataan antar wilayah.
“Kami tidak hanya fokus pada kerusakan saja, tapi juga melihat sebarannya. Misalnya, jika di Kecamatan Cilegon ada sekolah yang rusak berat dan di Kecamatan Purwakarta tidak ada, maka kami bisa memprioritaskan sekolah rusak sedang di wilayah lain,” terangnya.
Melalui kegiatan pemetaan ini, Dindikbud berharap dapat meningkatkan keakuratan dalam perencanaan dan alokasi anggaran, sehingga pengelolaan sarpras pendidikan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Langkah ini sekaligus mendukung misi Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dasar dan menengah guna menjamin pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan