Beritabanten.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kota Cilegon tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan.

Program ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kedua sektor, kesehatan dan ekonomi.

Komandan Kodim 0623 Cilegon, Letkol Inf. Miftakhul Khoir, mendukung penuh keterlibatan UMKM lokal dalam program ini dengan mendorong pengelola program untuk membeli bahan makanan dari masyarakat sekitar.

“Kami sampaikan kepada pengelola agar semaksimal mungkin mengambil bahan makanan dari UMKM lokal,” ujarnya.

Miftakhul menjelaskan bahwa pengelola dapur program MBG diarahkan untuk bekerja sama dengan UMKM setempat dalam penyediaan bahan pangan seperti sayuran, telur, dan produk pangan lainnya.

Langkah ini bertujuan untuk mendorong perekonomian masyarakat lokal sekaligus memastikan kualitas bahan makanan yang digunakan selalu segar dan berkualitas.

Namun, Miftakhul juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program ini, yakni keterbatasan jumlah bahan pangan yang dapat disediakan oleh masyarakat sekitar.

“Kadang tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh masyarakat sekitar, terutama untuk bahan seperti telur dan sayur-sayuran dalam jumlah besar,” jelasnya.

Selain menyediakan bahan makanan, UMKM juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam sektor tenaga kerja. Beberapa pekerjaan, seperti pencucian alat makan dan distribusi makanan, akan diberikan kepada warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan tambahan.

Miftakhul berharap program ini tidak hanya berhasil meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Kami ingin program ini membawa manfaat bagi semua pihak, dari siswa, sekolah, hingga pelaku usaha di sekitar,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara program MBG dan UMKM lokal, diharapkan perekonomian Cilegon dapat tumbuh secara bersamaan dengan peningkatan kualitas gizi anak-anak di kota tersebut. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com