Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berkomitmen menjadi mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam menguatkan sikap religius warga.
Sekertaris MUI Kota Tangsel KH Abdul Rojak menjelaskan pihaknya sebagai bagian tidak terpisahkan dalam pembangunan karakter warga yang telah dicanangkan Pemkot Tangsel.
“Kami berusaha menghadirkan kegiatan yang paralel dengan pembangunan karakter Pemkot Tangsel. Dalam waktu dekan ini ada kajian kitab kuning (buku agama berbahasa arab,red) yang akan diadakan di Islamic Center BSD,” katanya pada media, Rabu (12/2).
MUI Kota Tangsel dikatakannya, mengajak sekaligus mengundang kaum muslimin/muslimat untuk menghadiri acara ‘Pengajian Kitab Kuning Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan‘
“Acara insya Allah akan dilaksanakan pada pukul 08.00 – 12.00 WIB hari Selasa,18 Februari 2025 / 19 Sya’ban 1446 H diAula Islamic Center, BSD Tangsel,” dia jelaskan.
Kyai Rojak, biasa disapa, tambahkan, terdapat empat nara sumber yang akan hadir di antaranya Dr. KH. Muhammad Sobron Zayyan MA, dengan membahas Kitab Risaalatul Mustarsyidiin, itu yang pertama.
Kedua KH. Bahrudin, S.Ag., M.A. dengan membahas Kitab Nuuruzzholaam, ketiga Dr. KH. Almahdi Akbar, Lc., M.H yang membahas Kitab Bidaayatul Hidayah dan keempat KH. Sirojudin Mukhtar, Lc,., M.H. yang membahas At-Taqriirotussadiidah.
“Keempat nara sumber tersebut sengaja kami hadirkan kepada pecinta kajian Islam di Tangsel dari beragam keahlian. Mereka terbiasa menyampaikan materi dalam kitab kuning secara mudah dipahami,” tambah dia.
Kyai Rozak juga jelaskan bahwa dalam menyampaikan materi kitab kuning dibutuhkan kemampuan alih bahasa sekaligus memahami konteks pembahasan mengingat latar budaya luar, terutama budaya bangsa Arab.
“Kitab kuning kan dikemas dengan bahasa Arab sehingga butuh kejelian nara sumber, terutama dari perbedaan budaya Arab dan lainnya,” imbuhnya.
Meski demikian, selama ini MUI Kota Tangsel sudah lama menggelar pengajian kitab kuning rutin setiap hari Selasa pada pukul 09.00-12.00 di Kantor MUI Tangsel, Gedung Kelembagaan, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.
“Ini juga atas masukan jamaah pengajian hari Selasa untuk diadakan lebih besar di Islamic Center. Nara sumber dan kitab kuningnya lebih beragam,” ucapnya.
Selain itu, permintaan juga datang dari Pemkot Tangsel untuk memeriahkan kajian di Islamic Center jelang Bulan Ramadhan 2025 dengan beragam kajian keagamaan yang bermanfaat buat warga.
“Kemarin Pak Benyamin meminta segerakan kajian keagamaan. Katanya untuk memperkuat aspek religius seperti dalam motor Cimori Tangsel,” katanya menirukan ucapan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Sampai berita ini tayang, dikatakan, jamaah dari berbagai masjid dan mushola di seluruh Tangsel bakal hadir dalam acara tersebut, sekaligus jadi ajang silaturahmi sebelum Bulan Ramadhan.
“Para jamaah antusias karena menganggapnya sekalian munggahan (pertemuan biasa digelar sebelum ramadhan). Saling tukar informasi dan silaturahmi,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan