Beritabanten.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berjalan di Kabupaten Lebak pada hari kemaren sepi peminat. Sebabnya warga engga ketahuan penyakitnya jika mengikuti program tersebut.

Warg Kalangyar bernama Fariz (29) mengakui berhak untuk mengikuti Program CKG karena pas pelaksanaan program tersebut dirinya sedang berulang tahun. Tapi enggan mengikutinya karena takut hasil di luar dugaan malah mencemaskan.

“Takut, nanti kalau hasilnya di luar dugaan malah bikin cemas,” kata Fariz di Alun-alun Rangkasbitung pada kompas, Selasa (11/2/2025).

Selain itu, Fariz merasa tidak perlu melakukan pemeriksaan karena merasa sehat.

“Misalnya kalau ngerasa demam, baru ke klinik. Kalau sekarang lagi sehat, jadi enggak perlu juga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Aminah (26), warga Kalanganyar, yang juga belum tertarik memanfaatkan layanan CKG.

“Sejauh ini saya sehat, jadi belum membutuhkan pemeriksaan kesehatan,” kata Aminah saat ditemui di Puskesmas Kalanganyar.

Ia mengaku lebih memilih cara tradisional atau obat warung jika merasa tidak enak badan.

“Biasanya dikerik atau minum obat herbal saja. Ini ke puskesmas cuma nganter tetangga,” tambahnya.

Kepala Puskesmas Kalanganyar, Yopi Yulianti, mengakui rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.

Menurut dia, warga masih menganggap layanan kesehatan hanya untuk balita di posyandu.

“Mindset warga kalau layanan kesehatan itu cuma posyandu, untuk balita saja. Padahal sekarang sudah berubah, untuk semua usia. Tapi mereka tidak mau, mikirnya, gimana nanti saja saat sakit,” kata Yopi.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada warga yang datang ke Puskesmas Kalanganyar untuk memanfaatkan layanan CKG.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com