Beritabanten.com – Polres Sumedang memastikan Putra Akbar, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengemudikan mobil Avega dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Bandung-Jatinangor pada Senin (27/1/2025) pagi, dinyatakan negatif narkoba.

Hal ini berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, menyatakan bahwa tes urine menunjukkan Putra Akbar tidak mengonsumsi narkoba maupun berada dalam kondisi mabuk saat insiden terjadi.

“Negatif (narkoba), itu sudah dibuktikan dengan cek urine hasilnya tidak mengandung obat-obatan maupun narkoba,” ujarnya pada Senin (27/1/2025).

Selain itu, Awang juga menegaskan bahwa pengemudi Avega tidak dalam keadaan mabuk saat kejadian.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun tersebut melibatkan mobil yang dikendarai Putra Akbar, beberapa sepeda motor, pejalan kaki, serta kendaraan yang sedang parkir di Dusun Warung Kalde, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kejadian itu menewaskan seorang juru parkir bernama Ade Supriatna di lokasi.

Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, mobil Avega merah bernomor polisi D 1667 YVI yang dikemudikan Putra Akbar melaju tidak terkendali dari arah Sumedang menuju Bandung. “Selanjutnya, di lokasi kejadian menabrak dan menyeret sepeda motor Beat bernomor polisi Z 2618 AAF yang dikendarai Falah,” ungkapnya.

Kendaraan itu kemudian menabrak sepeda motor Beat lainnya bernomor polisi Z 3464 CU yang dikendarai Endi Ependi, petugas keamanan Yudha Agus, dan juru parkir Ade Supriatna. Mobil tersebut juga menabrak Nanang Sugandi yang sedang mencuci sepeda motor bernomor polisi Z 2445 GG.

“Satu unit minibus Grandmax milik Dodi di lokasi kejadian mengalami kerusakan di bagian pintu belakang,” tambah Kompol Rogers.

Ia mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa.

“Kejadian kecelakaan mengakibatkan korban jiwa Ade Supriatna juru parkir yang dibawa ke Rumah Sakit AMC,” ujarnya kepada media, Senin (27/1/2025).

Dalam peristiwa itu, pengemudi mobil Avega mengalami luka di bagian dagu. Falah, pengendara sepeda motor, mengalami luka di tangan kiri. Sementara Endi Ependi dan pemilik minibus Grandmax tidak mengalami luka.

Petugas keamanan Yudha mengalami luka di lutut kaki kiri, dan Nanang Sugandi mengalami patah kaki. Ade Supriatna dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. (Azk)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com