Beritabanten.com – Sebuah insiden tak terduga terjadi pada malam hari usai acara edukasi yang diselenggarakan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk para pemilik bisnis skincare.

Shella Saukia, pengusaha di bidang skincare, terlibat perselisihan dengan Doktif dan Dr. Ika di sebuah rumah makan di Jakarta.

Acara BPOM bertujuan memberikan informasi kepada para pelaku industri kecantikan mengenai standar keamanan produk skincare. Setelah acara tersebut, Doktif dan Dr. Ika memutuskan untuk makan malam bersama di sebuah restoran.

Mereka melakukan siaran langsung di media sosial untuk membuka paket skincare yang diterima, yang salah satunya berisi produk dari Shella Saukia.

Saat membuka paket tersebut, Doktif menemukan sebuah pot skincare yang tidak dilengkapi dengan label, yang memunculkan kekhawatirannya terkait masalah keamanan dan regulasi produk. Dalam siaran langsungnya, ia menyebutkan hal tersebut sebagai potensi masalah besar di industri kecantikan.

Tak lama setelah siaran tersebut, Shella Saukia tiba di restoran dengan timnya dan langsung menghampiri Doktif. Tanpa basa-basi, ia melabrak Doktif terkait komentarnya di siaran langsung, yang kemudian menyebabkan keributan di dalam restoran. Perselisihan antara keduanya semakin memanas, membuat pihak restoran terpaksa meminta mereka untuk keluar.

Namun, ketegangan tak berhenti di situ, karena keributan berlanjut di luar restoran, dengan kedua pihak masih saling berargumen. Mereka tetap melanjutkan siaran langsung, yang merekam setiap momen ketegangan yang terjadi.

“Saya merasa dipermalukan dan dihina! Produk saya tidak pantas diperlakukan seperti itu!” ujar Shella Saukia melalui siaran langsungnya. Di sisi lain, Doktif berusaha menjelaskan bahwa ia hanya ingin menyampaikan perhatian mengenai kepatuhan terhadap regulasi produk skincare.

Insiden ini segera menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, dengan banyak warganet mengikuti perkembangan pertengkaran tersebut melalui siaran langsung.

Banyak yang mengkritik tindakan Shella Saukia yang dianggap terlalu emosional, sementara sebagian lainnya mendukung Doktif yang berusaha mengedukasi masyarakat tentang pentingnya label pada produk kecantikan.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com