Beritabanten.com – Pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Kerja (PPPK) 2024 gelombang pertama di Kabupaten Pandeglang menuai banyak protes.

Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non Nakes (FHKN) Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu yang paling kecewa pada hasil pengumuman tersebut.

Ketua DPD FHKN Pandeglang, Elda Meilinda menjelaskan, bahwa mereka akan melakukan demontrasi pasca pengumuman tersebut mengatakan, aksi demo menyusul hasil seleksi tersebut.

Elda mengungkapkan, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak menepati janji untuk merealisasikan honorer R2-R3 Nakes dan non Nakes.

“Sebelumnya Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang telah berjanji pada tahun 2024 seluruh honorer R2 dan R3 Nakes dan non Nakes akan diangkat. Nyatanya hingga saat ini janji itu tidak juga direalisasikan,” kata Elda, Selasa, 14 Januari 2025.

Baca Juga: Tiga Terminal Angkot di Pandeglang Terbengkalai, Pemkab Akui Sulit Fungsikan Kembali

Menurutnya, formasi yang dibuka untuk R2-R3 Nakes dan non Nakes di Kabupaten Pandeglang tidak merata, sehingga banyak peserta yang tidak lulus.

“Kondisi itu membuat kami bersepakat untuk turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menyuarakan nasib kita bersama pada Kamis 16 Januari 2025 mendatang,” ujarnya.

Elda menambahkan, pihaknya menuntut tiga hal. Jika tuntutan yang disuarakan tidak diindahkan, pihaknya mengancam bakal demo ke Istana Negara di Jakarta.

“Poinnya, kami tolak hasil seleksi PPPK tahun 2024 gelombang pertama, batalkan seleksi PPPK gelombang kedua dan angkat seluruh honorer R2 dan R3 khususnya Nakes dan non Nakes di Kabupaten Pandeglang,” demikian tegas dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com