Beritabanten.com – Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan, Anwar Abbas, menyambut positif rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan meliburkan anak-anak sekolah selama bulan Ramadan 2025.

Anwar menilai rencana ini sangat baik karena memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memahami dan menghormati bulan suci Ramadan dengan lebih mendalam.

“Patut disambut gembira agar anak-anak tahu bahwa bulan puasa itu adalah bulan suci yang harus dihormati,” ujar Anwar kepada wartawan, kmarin.

Namun, Anwar menegaskan bahwa libur tersebut bukan berarti anak-anak akan berhenti belajar. Proses pembelajaran tetap berjalan, tetapi akan dipindahkan dari sekolah ke rumah dan masyarakat, dengan pemantauan melalui media online. Menurutnya, pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah dan di masyarakat.

“Oleh karena itu, saya setuju sekali dengan gagasan dari Kemenag tersebut, asal saja pihak sekolah secara aktif melalui media online dan digital memberi arahan dan penilaian terhadap anak, orang tua, dan masyarakat, agar program tersebut benar-benar bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Anwar menjelaskan bahwa selama libur Ramadan, anak-anak diharapkan bisa mengembangkan berbagai kecerdasan dan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan pelajaran sekolah, tetapi juga dengan kehidupan sosial dan spiritual. Beberapa jenis kecerdasan yang diharapkan bisa berkembang adalah:

  1. Spiritual: Anak-anak dapat rutin salat lima waktu dan mengaji di masjid.
  2. Sosial: Anak-anak dilibatkan dalam kegiatan sosial, seperti membersihkan masjid atau lingkungan sekitar.
  3. Seni Budaya: Anak-anak bisa terlibat dalam kegiatan seni religi, misalnya grup kesenian yang menampilkan karya seni yang terkait dengan Ramadan, seperti dalam acara Nuzulul Quran.
  4. Ekonomi dan Bisnis: Anak-anak dapat belajar mengenai bisnis dengan terlibat dalam pembuatan dan penjualan makanan serta minuman untuk berbuka puasa.
  5. Politik dan Hukum: Anak-anak diberi pemahaman tentang arti pentingnya politik dan hukum, dengan mendengarkan ceramah yang dipublikasikan oleh Kemenag melalui platform seperti YouTube.
  6. Kesehatan dan Olahraga: Anak-anak diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan berolahraga untuk kebugaran tubuh.

Anwar menegaskan bahwa untuk mewujudkan program ini dengan baik, Kemenag dan sekolah perlu mengkomunikasikan gagasan ini kepada anak-anak, orang tua, dan masyarakat.

Panduan mengenai tujuan, materi, metode, proses belajar mengajar, serta evaluasi program harus dipersiapkan dengan matang agar program libur puasa ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak, orang tua, masyarakat, dan sekolah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i (Romo Syafi’i) mengonfirmasi adanya wacana untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadan 2025, kebijakan yang pernah diterapkan pada era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Meskipun demikian, wacana ini masih belum dibahas lebih lanjut di tingkat Kemenag.

“Heeh, sudah ada wacana,” kata Romo Syafi’i singkat saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Namun, ia menambahkan bahwa wacana tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.

Dengan adanya dukungan dari para pengamat dan pihak terkait, rencana libur Ramadan bagi siswa diharapkan dapat dilaksanakan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual, sosial, dan keterampilan anak-anak di Indonesia. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com