Beritabanten.com – Israel dilaporkan kembali melakukan serangan udara di Lebanon pada Rabu (25/12/2024), yang menargetkan wilayah Baalbek di timur negara tersebut.

Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan kelompok Hizbullah, yang mulai diberlakukan pada 27 November 2024 setelah lebih dari setahun permusuhan yang dimulai dengan perang di Jalur Gaza.

Media pemerintah Lebanon mengutip pernyataan yang menyebutkan bahwa serangan itu terjadi sebelum fajar di dekat Kota Tarya dan tidak mengakibatkan korban jiwa.

Kantor Berita Nasional Lebanon menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan “pelanggaran pertama” terhadap perjanjian gencatan senjata di wilayah Baalbek, yang sebelumnya relatif tenang sejak gencatan senjata diterapkan.

Sumber keamanan Lebanon yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa serangan tersebut menargetkan gudang-gudang yang diyakini milik Hizbullah, kelompok yang selama ini terlibat dalam konflik dengan Israel.

Namun, tentara Israel belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan ini, meskipun sebelumnya pada Senin (23/12), mereka menyebutkan bahwa mereka melanjutkan “kegiatan pertahanan” di selatan Lebanon sesuai dengan kesepakatan.

Pelanggaran terhadap gencatan senjata ini kembali memperburuk ketegangan yang sudah lama terjadi antara Israel dan Hizbullah. Meskipun belum ada korban, serangan ini menambah ketidakstabilan di kawasan yang sudah dilanda konflik berkepanjangan. Kejadian ini mengingatkan dunia akan fragilitas gencatan senjata dan pentingnya upaya diplomatik untuk menjaga perdamaian di wilayah tersebut. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com