Beritabanten.com – Inspektorat Daerah Provinsi Banten menyelenggarakan cerdas cermat antikorupsi untuk pelajar SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Provinsi Banten.
Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis, 28 November 2024, di Gedung Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang. Kegiatan ini diikuti oleh 32 sekolah dari berbagai daerah di Banten yang melibatkan SMA/SMK negeri dan swasta seperti SMAN 1 Pontang, SMAN 1 Rangkasbitung, SMKN 7 Kota Serang, SMAN 6 Kota Serang, SMAN 4 Kota Serang dan banyak lainnya.
Proses cerdas cermat ini juga melibatkan berbagai penyuluh antikorupsi, seperti Iis Khaerunisah dari SMAN 1 Pontang, Sari Mulyat dari ForPAK Banten, Agung Prasetyo dari Polda Banten dan sejumlah penyuluh dari berbagai sekolah di Banten.
Plt Inspektur Daerah Banten, Ratu Syafitri Muhayati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Se-Dunia Tahun 2024 di tingkat Provinsi Banten.
Kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Forum Penyuluh Antikorupsi (Forpak) Provinsi Banten dan bertujuan untuk mengasah kemampuan kognisi para pelajar mengenai antikorupsi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam menjaga integritas dan transparansi dalam kehidupan sehari-hari, serta menanamkan sikap dan nilai-nilai antikorupsi.
“Selain mengasah kemampuan kognisi para pelajar tentang antikorupsi, cerdas cermat ini juga sebagai upaya untuk menanamkan budaya antikorupsi dan menjaga integritas serta transparansi dalam kehidupan siswa sehari-hari,” ujar Ratu Syafitri.
Siswa SMK Negeri 1 Anyer, Melly Nur Awalia, yang turut serta dalam lomba, berharap agar lomba antikorupsi ini dapat diadakan setiap tahun.
Menurutnya, lomba ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang budaya antikorupsi di luar kurikulum sekolah.
“Lomba ini sangat bagus sekali, sangat perlu diadakan setiap tahun karena kita harus berkarakter memerangi dan memberantas korupsi mulai dari diri kita sendiri,” ujar Melly.
Hal serupa disampaikan oleh Leni Sadiana, guru SMA Negeri 1 Cikeusal. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun, terutama untuk para siswa SMA/SMK.
“Lomba ini sangat membantu kami sebagai tenaga pendidik dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada siswa dan menginformasikan pentingnya budaya antikorupsi,” jelas Leni.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa, tetapi juga dapat menciptakan generasi muda yang lebih peduli dan berkomitmen untuk memerangi korupsi, serta membangun masyarakat yang lebih jujur dan transparan di masa depan. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan