Beritabanten.com – Ketika musim hujan datang, salah satu bahaya yang perlu diwaspadai adalah sambaran petir. Kejadian petir yang menyambar manusia hingga menyebabkan kebakaran di lahan bukanlah hal yang jarang terjadi.
Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari sambaran petir.
Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar, menjelaskan bahwa petir di Indonesia biasanya berasal dari awan cumulonimbus (Cb), yang juga dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan puting beliung.
“Awan jenis ini tidak hanya menyebabkan petir, tetapi juga berpotensi menimbulkan fenomena cuaca yang berbahaya,” ujar Ubaidillah.
Ia juga mengingatkan bahwa beberapa peralatan rumah tangga bisa menjadi jalur bagi arus listrik dari sambaran petir, seperti saluran telepon, televisi, kabel internet, talang besi, atau bingkai jendela logam yang bisa menghantarkan listrik.
Selain itu, benda-benda yang lebih tinggi dari bangunan sekitar, seperti tiang antena TV atau tiang kabel listrik, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk tersambar petir.
“Petir cenderung menyambar objek yang lebih tinggi, namun ada juga fenomena petir yang melonjak dari awan ke permukaan bumi,” jelasnya.
Tips menghindari sambaran petir di rumah
1. Hindari memasang tiang antena TV atau benda logam tinggi yang terhubung langsung ke instalasi rumah.
2. Pasang antena logam pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan pohon atau objek tinggi di sekitar rumah.
3. Pasang penangkal petir di sekitar rumah.
Tips menghindari sambaran petir di luar rumah
1. Segera masuk ke dalam ruangan yang aman.
2. Jangan berlindung di bawah pohon.
3. Hindari berada di dekat kolam renang.
4. Jangan berada di tempat terbuka.
5. Berhenti mengendarai sepeda motor.
6. Jauhi tiang listrik.
Dengan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan kita bisa lebih aman selama musim hujan dan mengurangi risiko tersambar petir. (Shv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan