Beritabanten.com – Anggota Satpol PP Lebak menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Lebak, menuntut Kepolisian untuk menangkap dalang di balik demo anarkis yang menyebabkan meninggalnya anggota Satpol PP bernama Yadi Suryadi.  

Salah satu peserta aksi, Ade Apriadi, menyatakan bahwa demo yang digelar Paguyuban Masyarakat Peduli Lebak (PMPL) pada 23 September lalu mengakibatkan rekannya meninggal dunia. Oleh karena itu, mereka kini menuntut keadilan agar pelaku di balik aksi anarkis tersebut segera diungkap.  

“Kami menuntut Kepolisian untuk mengusut tuntas dalang di balik aksi demo anarkis ini. Kami berharap masalah ini segera diselesaikan dan para pelakunya mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar Ade. 

Sementara itu, Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari menyayangkan aksi unjuk rasa yang dianggap salah sasaran dan justru berujung pada insiden rubuhnya tembok yang menimpa anggota Satpol PP. 

 Juwita mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan adanya demonstrasi karena masyarakat Indonesia hidup dalam sistem demokrasi. Namun, dia berharap demonstrasi dilakukan dengan cara yang lebih elegan.  

“Sebenarnya, pada 23 September mereka mendemo saya sebagai Ketua DPRD. Apa salah Juwita? Hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Apa salah saya? Saya cinta Lebak, saya ingin mengabdi untuk Lebak. Ini sangat disayangkan. Orang demo soal kebijakan, BBM naik, atau harga beras, tapi ini tidak,” ujarnya.  

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat dalam menangani kasus ini. 

“Kami akan terus memantau dan memonitor perkembangan kasus ini,” ujarnya.  

Diberitakan sebelumnya, anggota Satpol PP Kabupaten Lebak, Yadi Suryadi, yang mengalami cedera setelah tertimpa gerbang besi saat bertugas mengamankan aksi unjuk rasa terkait penolakan calon Ketua DPRD Kabupaten Lebak, telah meninggal dunia.  

Yadi meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu (9/10/2024) sore.  

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Budhi Mulyanto, menyatakan bahwa Yadi sempat dirujuk ke RS Hermina seminggu sebelumnya setelah menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) di RS Primaya Tangerang. 

“Dirujuk pada Kamis lalu, karena terdapat masalah pada tulang belakang di sekitar leher,” kata Budhi.  

Perlu diketahui, dua anggota Satpol PP Lebak terluka saat mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok massa yang menamakan diri Paguyuban Masyarakat Peduli Lebak.  

Kedua anggota tersebut terluka akibat tertimpa gerbang kantor DPRD yang roboh setelah didorong oleh massa. Salah satunya adalah Yadi, yang mengalami cedera di kepala. (Rzm) 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com