Beritabanten.com – Kabar mengejutkan kembali mencuat dari dunia kecantikan setelah Dokter Detektif, yang lebih dikenal dengan sebutan doktif, mengungkapkan rekam jejak Richard Lee.
Dokter yang terkenal akan edukasi mengenai skincare, dikatakan, terlibat dalam produksi salah satu produk perawatan kulitnya di pabrik yang disebut-sebut sebagai “mafia skincare”.
Pengungkapan ini bermula setelah Richard Lee mengutarakan ketidaksetujuannya terhadap data uji laboratorium produk skincare dari brand DAVIENA Skincare yang diungkap oleh doktif.
Dalam pernyataan sebelumnya, Richard Lee dengan tegas menolak klaim yang dibuat oleh doktif terkait hasil uji tersebut. Namun, respons ini justru memicu doktif untuk mengangkat bukti tambahan yang mengejutkan banyak pihak.
Baru-baru ini, melalui sebuah video TikTok yang diunggah di akun pribadinya, doktif menunjukkan bukti berupa surat yang menyatakan bahwa Dr. Richard Lee terlibat dalam produksi di pabrik yang dikaitkan dengan jaringan mafia skincare.
Unggahan ini langsung memancing perbincangan di kalangan warganet, dan spekulasi mengenai keterlibatan Dr. Richard Lee semakin memanas.
Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena nama Richard Lee dikenal sebagai salah satu tokoh yang gencar mengkritik produk-produk skincare yang tidak aman dan tidak memiliki uji klinis yang memadai.
Kini, dengan tuduhan ini, banyak yang menantikan klarifikasi dan respons resmi dari pihak Dr. Richard Lee. Tetap pantau berita terkini untuk update lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.
Sebelumnya tersiar kabar, perdebatan hangat mengenai klaim produk DAVIENA Skincare oleh Dokter Detektif, kini giliran dokter dan influencer kecantikan Richard Lee yang ikut memberikan pandangannya.
Richard Lee, yang dikenal sebagai sosok yang sering mengedukasi masyarakat tentang skincare, mengapresiasi usaha Dokter Detektif yang selalu berupaya mengungkapkan fakta tentang produk skincare yang baik dan buruk.
Namun, dalam kasus kali ini, Richard Lee menyatakan tidak sepenuhnya sependapat dengan Dokter Detektif.
Menurut Dr. Richard Lee, ada kekeliruan dalam metode pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter Detektif.
Produk yang diuji seharusnya adalah retinal, bukan retinol, dan kedua bahan ini memiliki perbedaan yang signifikan. (sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan