Beritabanten.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Nasir menyatakan kekeringan bakal melanda ribuan hektar lahan pertanian.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan lalu sehingga meniadakan pasokan air untuk pertanian.

“Prediksi kemarau sudah masuk dan laporan dari teman-teman juga sudah ada. Lebih dari 1.000 hektare lahan terdampak kekeringan” ungkapnya, Selasa (20/8/2024)

Nasir menjelaskan, ribuan hektare lahan tersebut tersebar di 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

“Wilayah Pandeglang saat ini mengalami kekeringan ringan hingga berat,” terangnya.

Pihaknya bergerak cepat untuk mengatasi ancaman kekeringan yang melanda ribuan hektare lahan pertanian.

Bahkan ia telah melakukan penelusuran di semua titik yang terancam zona kekeringan.

“Ini bukan hanya tugas Dinas Pertanian, akan tetapi juga tim dari pusat yang diketuai oleh Sekretaris Dirjen Perkebunan, serta Dinas Provinsi,” ungkapnya.

DPKP Pandeglang juga dibantu oleh 32 mahasiswa dari Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) yang disebar ke 32 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

Para mahasiswa ini membantu menelusuri lahan kritis di wilayah tadah hujan agar tanaman dapat terlindungi dan tetap bisa dipanen.

Upaya perlindungan terhadap tanaman ini dapat berhasil, terutama dengan dukungan program pompanisasi yang diturunkan langsung oleh Kementerian Pertanian.

“Program irigasi perpompaan ini adalah bentuk intervensi kami untuk meringankan beban petani agar tidak masuk dalam kategori kekeringan,” harapnya.

Selainnya, mengidentifikasi semua potensi air permukaan, jika sudah ditemukan kemudian dihibahkan pompa itu ke lahan yang memang kekurangan air.

“Jika kalau sudah ada kita titipkan ada yang kita hibahkan ada yang dititipkan pompa lebih dari 500 unit kita sudah turunkan, bahkan terakhhir kemarin 20 unit adalah limpahan dari Kabupaten Tangerang,” paparnya.

“Ini semata-mata memang tadi untuk mengamankan tanaman yang ada, memang tugas kita adalah meningkatkan perluasan area tanam untuk menambah pundi-pundi produksi agar kita tidak krisis pangan,” paparnya.

Ia menyebutkan Kecamatan Cikeusik, Angsana, Panimbang dan lainnya sudah memasuki musim panen.

Dirinya, bahkan, sudah kunjungi wilayah berdekatan dengan tol untuk memantau yang ditengarai tidak ada sumber air.

“Ke depan mudah-mudahan kita bisa mengusulkan jaringan irigasi air tanah untuk wilayah-wilayah yang memang tidak memiliki sumber air permukaan,” pungkasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com