Banyak sudah program pengurangan angka kemiskinan di Indonesia telah dijalankan Namun pergerakan kenaikan dan penurunan angka kemiskinan tidak berubah secara signifikan.
Program Jaring Pengaman
Sosial (JPS), Program Subsidi Bahan Bakar Mentah (BBM), Program Beras
Miskin (Raskin), Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP),
Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Prasarana Pendukung Desa
Tertinggal (P3DT), Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP),
Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program-program tersebut masih belum bisa menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
Banyaknya masalah di lapangan ditambah jaminan waktu keberlangsungan program masih menjadi beberapa hambatan program, seperti pergantian rezim pemerintahan akan merubah kebijakan yang berdampak pula bergantinya program pemberdayaan itu sendiri.
Semestinya program terdahulu yang dianggap berhasil tetap berlanjut tanpa terpengaruh apalagi mengikuti arah politik.
Sinergitas antara pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat serta lembaga sosial ekonomi seperti BAZNAS atau lembaga filantropi lainnya dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.
Keunggulan dan kearifan lokal juga merupakan salah satu kunci keberhasilan program di daerah-daerah.
Memaksimalkan seluruh potensi yang berasal dari unsur masyarakat setempat seperti, pejabat, tokoh, ulama, pendeta dan lain-lain dapat mengikutsertakan dirinya untuk aktif atau menjadi agen perubahan dalam menggerakkan program.
Kreatifitas dan inovasi di bidang teknologi saat ini harus disambut sebagai upaya agar proses pemberdayaan ini berjalan secara masif, meluas dan merata pada seluruh jangkaun wilayah daerah sasaran.
Penggunaan teknologi yang mudah simple dan murah bagi masyarakat juga dapat membantu proses pemberdayaan menjadi terukur oleh waktu dan biaya.
Di sisi lain penggunaan teknologi pada alat produksi pemberdayaan juga dapat meingkatkan hasil produk menjadi lebih bermutu, baik untuk memenuhi pasar kualitas nasional maupun untuk memenuhi kualitas pasar internasional.
Penggunaan teknologi juga dapat diterapkan pada cara dan metode memasarkan produk dalam menembus pasar nasional maupun untuk pasar internasional, misal saja produk-produk yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kualitas mutu ISO 2000 dapat di pamerkan pada beberapa operator platform marketplace
Penerapan teknologi pada semua sektor ekonomi pastilah melibatkan kalangan anak muda, karena memang masyarakat pada golongan ini identik dengan kreatifitas dan inovasi di bidang teknologi. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan akan memunculkan startup-startup baru dari kalangan anak muda.
Pada akhirnya, salah satu keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin adalah banyaknya lapangan kerja baru yang tercipta dan diserap oleh masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat miskin juga sudah barang tentu manakala semua harapan di atas sudah dapat diwujudkan maka sesungguhnya kita sudah berhasil menciptakan ekosistem dalam mendukung penurunan angka kemiskinan itu sendiri.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Deni Nuryadin, Komisioner BAZNAS Tangerang Selatan
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan