Beritabanten.com – Seorang pemuda di Pandeglang berinisial Ri’i (25) aniaya ayah kandung Rasim (55), hingga pakai batu sampai meragang nyawa.

Penyebabnya sepele, ayahnya tidak mendapatkan uang untuk beli rokok yang diminta pelaku, yakni anaksnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Bonghas Tonggoh, Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (29/5).

Saksi bernama Dede Supriyadi (29), menyampaikan pelaku Ri’i meminta uang pada ibunya bernama Juanah untuk membeli rokok, tapi tidak dituruti lantaran harus membeli ikan.

“Minta uang ke ibunya untuk beli rokok, namun tidak dikasih karena uang yang ada itu untuk beli ikan,” ungkap, mengutip mkumparan.com, Rabu (29/5).

Kejadian itu malah membuat pelaku melempar ibunya ke tembok, lalu dinasihati sama ayahnya agar berhenti menganiaya ibunya.

Naas benar bagi sang ayah, pelaku pun langsung memukulnya dengan batu di kepala saat sang ayah hendak keluar rumah sehingga tersungkur ke lantai di dalam rumah.

Bukan berhenti, palaku malah meneruskan memukuli kepala sang ayah dengan batu sampai pecah dan mengeluarkan organ dalamnya.

“Terus memukuli kepala ayahnya pakai batu, parah, kepalanya pecah dan ada isi kepala keluar. Ibunya mau menolong tapi tidak sempat karena tangan ibunya dipukul juga pakai batu,” jelas Dede.

Disampaikannya, pelaku memang menderita gangguan jiwa sejak bertahun-tahun hingga pernah dirawat di salah satu rumah sakit jiwa di daerah Grogol, Jakarta.

Bahkan lanjutnya, pelaku pun kerap berbuat onar di lingkungan sekitar sampai pernah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Dia memang edan eling (gila kambuhan), sudah lama bertahun-tahun, dulu pernah dirawat di (RSJ) di Jakarta, sebulan, tapi katanya karena IQ dia kayak orang normal terus dipulangkan. Itu ada sebulan yang lalu juga memukuli tetangga, tidak tahu penyebabnya apa, pokoknya tiba-tiba, kukumatan (kumat),” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulosari Iptu Aap Ahmad Sapei mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap pasti penyebab korban tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

“Si pelaku ini diduga ODGJ, dan ada riwayat pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Grogol. Untuk lebih jelasnya kita masih melakukan penyelidikan dibantu sama Polres Pandeglang dan Koramil,” kata Aap. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com