Beritabanten.com – Kabar beredar bahwa anggaran souvenir dalam belanja Pemkot Tangsel sebesar Rp23,2 Milyar dijawab Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie
Ini menjadi viral pasca aktris cilik Leony mengunggah laporan keuangan APBD Tangsel 2024 di akun instagram pribadinya.
Wali Kota Benyamin menjawab anggran itu direaliasisakan dalam berbagai dukungan kegiatan pemberdayaan masyarakat, tidak seperti pemahaman suvenir yang beredar luas.
“Perlu dipahami, anggaran ini bukan hanya untuk suvenir,” pinta Benyamin, dilihat redaksi dalam keterangan resmi pada Selasa 23 September 2025.
“Misalnya, dalam pelatihan menjahit di Dinas Tenaga Kerja, kain dan mesin jahit diberikan kepada peserta. Dalam pelatihan barista di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, alat barista disediakan. Termasuk juga pemberian bonus dan medali untuk atlet berprestasi,” Benhamin tambahkan.
Realisasi anggaran tersebut, dikatakan, tersebar ke 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan berbagai macam kegiatan. Bahkan ada yang dalam bentuk penghargaan bagi tokoh masyarakat.
“Alokasi Rp23,2 miliar itu tersebar di 34 perangkat daerah dan digunakan untuk penyediaan sarana pelatihan maupun penghargaan bagi masyarakat,” jelas dia.
Penentuan jumlah dan peruntukan anggaran tersebut juga, jelas dia, merupakan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.
Anggaran Rp23,2 Milyar itu, merupakan akumulasi dari kebutuhan masyarakat dan bukan keputusan sepihak Pemkot Tangsel.
“Jangan dipersepsikan seolah Rp23 miliar hanya habis untuk membeli suvenir. Itu adalah sarana pelatihan dan pemberdayaan yang diusulkan langsung oleh warga,” tambahnya.
Meski demikian, dirinya mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap laporan keuangan daerah, sembari menegaskan pentingnya melihat data secara menyeluruh.
Dan Benyamin juga menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada transparansi anggaran.
“Kami berterima kasih atas perhatian masyarakat. Namun, laporan APBD jangan dibaca sepotong-sepotong. Konteks anggaran ini harus dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan salah persepsi,” demikian Wali Kota Benyamin menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan