Beritabanten.com – Strategi pemenangan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Banten Andra Soni-Dimyati Natakusumah bocor ke publik.
Strategi pemenangan itu berbentuk memobilisasi aparatur sipil negara (ASN) untuk memenangkan salah satu bakal calon gubernur Banten dan bupati Pandeglang.
Strategi pemenangan itu dibocorkan oleh Pilkada Pandeglang Watch (PPW) melalui selebaran yang memuat rangkuman strategi pemenangan.
PPW menyebut salah satu dari pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dan pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang diduga melakukan politisasi ASN Kabupaten Pandeglang.
Mereka menyampaikan beberapa hal terkait strategi kampanye dalam rapat yang dihadiri oleh Pembina Wilayah (Binwil) dan Camat serta beberapa pejabat di Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di kediaman salah satu pasangan pada pertengahan Bulan September 2024.
Dalam rangkuman tersebut, ada 22 poin hasil temuan PPW. Semuanya poin menyebutkan upaya mobilisasi ASN di Pandeglang.
Dalam pertemuan itu, PPW menyebut salah satu calon menyampaikan bahwa mesin politik yang paling canggih birokrat atau ASN.
PPW menyebut pertemuan itu mengatur strategi gerilya para ASN. Bahkan, mereka diperintahkan menggalang sampai tingkat bawah termasuk RT dan RW serta kader posyandu, linmas, guru ngaji, hingga Karang Taruna.
ASN di tingkat bawah juga diperintahkan untuk menjadi tim pemenangan koordinator TPS. Dalam pembahasan itu, ASN yang tidak menurut juga diancam akan dipindahtugaskan ke tempat yang jauh dari domisilnya.
Pengamat Politik Mohammad Riefqi Saputra menilai, strategi politik tersebut merupakan rencana jahat karena memobilisasi ASN. Padahal sudah jelas bahwa ASN tidak boleh terlibat politik praktis.
Menurutnya, agenda politik tersebut sudah jelas mengarah kepada salah satu pasangan calon di Pandeglang. Indikasinya, mengarah pada pasangan calon yang didukung incumbent.
“Dalam setiap kasus, mobilisasi ASN itu selalu dilakukan oleh calon incumben atau yang didukung incumben, karena mereka mempunyai akses untuk itu,” ungkapnya, Jum’at (13/9/2024)
Terlebih lagi, kata dia, salah satu calon bupati di Pandeglang yang juga didukung incumbent merupakan mantan birokrat.
Kemudian juga mempunyai hubungan keluarga dengan salah satu calon wakil gubernur.
“Saya rasa indikasinya sudah jelas, calon ini punya akses penuh untuk menggalang ASN,” pungkasnya.
Diberitakan, seorang mahasiswa bernama Rouf Anshori datang ke Bawaslu Pandeglang pada Senin 2 September 2024, melaporkan salah satu di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pandeglang diduga tidak bersikap netral.
“Melaporkan salah satu ASN terlihat mengikuti kampanye politik praktis kemarin (Minggu, 1/9/2024), pada salah satu salon bupati Pandeglang di KPU,” ungkanya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Pandeglang Didin Tahajudin mengaku sudah menerima laporan tersebut dan akan menindaklanjuti
“Kami sudah menerima laporang tersebut. Kami punya waktu melakukan kajian awal akan menentukan syarat formil dan materii, tergantung bagaimana hasil kajian tersebvut,” ujar dia. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan