Beritabanten.com – Seorang santri di sebuah pesantren yang berlokasi di Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan membakar gedung asrama tempat ia menimba ilmu.

Tindakan nekat itu dilakukan karena pelaku merasa kesal dan tertekan akibat sering menjadi korban ejekan dari rekan-rekannya di pesantren.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Joko Heri Purwono, menjelaskan bahwa pelaku mengaku sering dipanggil dengan sebutan “idiot” dan “tolol” oleh teman-temannya.

Perlakuan tersebut telah berlangsung lama hingga akhirnya menimbulkan rasa sakit hati yang mendalam.

“Motif tersangka adalah karena sakit hati kepada teman-temannya. Dia sering dibully dan diejek, bukan hanya sekali, tapi sudah sering terjadi. Mungkin lama-kelamaan rasa itu menumpuk hingga akhirnya memuncak,” ujar Joko, Jumat (7/11).

Joko menambahkan, pelaku sengaja membakar asrama dengan tujuan agar barang-barang milik para santri yang kerap memperlakukannya buruk ikut terbakar.

Akibat kejadian itu, sebagian besar bangunan hangus dilalap api dengan kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Saat ini, polisi masih mendalami apakah pelaku sempat melaporkan tindakan perundungan tersebut kepada pihak pesantren sebelum insiden terjadi. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com